Suara.com - Ribuan warga Ibu Kota Brussels, Belgia pada Minggu (21/11/2021) waktu setempat turun ke jalan memprotes perpanjangan masa pembatasan Covid-19 di negara itu. Aksi itu juga melanda sejumlah negara lain di Eropa.
Menyadur laman VOA Indonesia, Senin (22/11/2021), ribuan orang berkumpul di pusat kota Brussels hari Minggu (21/11) untuk memprotes pemberlakukan kembali langkah-langkah pembatasan sosial guna mencegah penyebaran Covid-19.
Kebijakan ini diberlakukan pemerintah untuk melawan lonjakan kasus terbaru.
Banyak di antara demonstran yang juga memprotes desakan untuk vaksinasi, dan setiap langkah yang dinilai memaksakan wajib vaksinasi.
Para demonstran berbaris di belakang spanduk besar bertuliskan “Bersama Untuk Kebebasan.” Sebagian melemparkan bom asap dan petasan, tetapi tidak ada kekerasan selama tahap awal demonstrasi yang berawal di luar markas besar Uni Eropa itu.
Selama beberapa hari terakhir ini telah terjadi demonstrasi di banyak negara Eropa ketika satu demi satu negara kembali memperketat kebijakan pembatasan sosial terkait Covid-19.
Sebelumnya, aparat polisi di Belanda pada hari Sabtu (30/11) menangkap lebih dari 30 orang dalam kerusuhan di Den Haag dan kota-kota lain di Belanda, menyusul aksi kekerasan yang lebih buruk pada malam sebelumnya. (Sumber: VOA Indonesia)
Berita Terkait
-
Roberto Martinez Sedih Lihat Karier Eden Hazard Merosot Tajam
-
Gelombang Keempat COVID-19 Landa Belgia, Pekerja Kembali Work From Home
-
Berikut Daftar Negara yang Lolos ke Piala Dunia 2022, Belanda Terbaru
-
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2022, Belgia Diimbangi Wales 1-1
-
Alasan Pelatih Belgia Roberto Martinez Pulangkan Eden Hazard
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB
-
Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
-
Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito
-
Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang
-
Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi