Suara.com - Seorang pria di India bangkit dari kematian setelah disemayamkan di kulkas kamar mayat selama 7 jam. Sebelumnya, ia dinyatakan tewas dalam kecelakaan fatal.
Menyadur The Sun Senin (22/11/2021) Srikesh Kumar ditabrak sepeda motor di Moradabad, India dan dilarikan ke rumah sakit di mana ia dinyatakan meninggal.
Keesokan paginya, tubuh pria 40 tahun itu ditempatkan di lemari es khusus menyimpan jenazah selama hampir 7 jam sampai anggota keluarga datang.
Rencananya, keluarga akan menandatangani dokumen persetujuan otopsi, menurut laporan lokal. Saat itulah adik iparnya, Madhu Bala, menyadari Kumar masih bergerak.
Kepala kesehatan rumah sakit Moradabad Dr Shiv Singh mengatakan dokter yang menangani Kumar memastikan kematiannya pada dini hari.
"Petugas medis darurat telah melihat pasien pada pukul 3 pagi dan tidak ada detak jantung. Dia telah memeriksa pria itu beberapa kali," jelasnya.
"Setelah itu, dia dinyatakan meninggal, tapi di pagi hari tim polisi dan keluarganya menemukan Kumar dalam keadaan hidup. Penyelidikan telah diperintahkan. Prioritas kami sekarang adalah menyelamatkan nyawanya."
Dia menggambarkan pertemuan aneh itu sebagai salah satu dari kasus langka yang paling langka. "Kita tidak bisa menyebutnya sebagai kelalaian".
Dalam sebuah video yang viral, saudara ipar Kumar mengatakan: "Dia sama sekali tidak mati. Bagaimana ini bisa terjadi? Lihat, dia ingin mengatakan sesuatu, dia bernafas."
Baca Juga: Pasangan Ini Ubah Kamar Mayat jadi Rumah, Ada Ruang Mengawetkan Jenazah di Bawah Tanah
Kumar sekarang dirawat di pusat perawatan kesehatan di Meerut di mana kondisinya dikatakan membaik tetapi tetap tidak sadarkan diri.
"Kami akan mengajukan keluhan terhadap dokter karena kelalaian mereka yang hampir membunuh Srikesh dengan memasukkannya ke dalam freezer," ujar iparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?