Suara.com - Dalam sebuah ceramah Ustadz Khalid Basalamah menyinggung tentang kisah Nafisa makcomblang Khadijah dan Nabi Muhammad. Buat Anda yang belum tahu kisah itu, bisa segera menyimaknya sekarang ini.
Berikut ini kami narasikan kisah Nafisa makcomblang Khadijah dan Nabi Muhammad yang diceritakan kembali oleh Ustadz Khalid Basalamah dalam suatu ceramah yang ditayangkan di kanal YouTube Hidayah Indonesia.
Ustadz Khalid Basalamah menuturkan, Nafisa melaksanakan perintah Khadijah untuk membawa pesan Khadijah kepada Nabi Muhammad. Singkatnya, pesan itu berisi keinginan Khadijah untuk dilamar oleh Nabi Muhammad.
Nafisa sempat heran karena selama ini Khadijah telah sering menolak lamaran saudagar-saudagar kaya raya di Mekkah, lalu kenapa menginginkan Muhammad? Namun karena itu adalah keinginan Khadijah, maka Nafisa pun melaksanakan perintah itu.
Nafisa sampai di rumah Muhammad dan di sana dia bertemu juga dengan seluruh anggota keluarga Muhammad. Di tengah-tengah pertemuan itu, Nafisa bertanya, "Wahai Muhammad, mengapa engkau belum menikah?"
Nabi Muhammad menjawab "Belum cukup bekal."
Ustadz Khalid Basalamah menerangkan apa makna di balik kalimat itu. Pada saat itu, Nabi Muhammad masih menumpang di rumah pamannya, masih tinggal dengan Abu Thalib.
Kemudian usaha Nabi Muhammad juga baru mulai. Oleh karena itu, Nabi Muhammad berpikir nantilah kalau sudah mantap semua atau bisa disebut sudah mapan semua, Nabi Muhammad akan menikah.
Lalu sesuai dengan penuturan kisah Nafisa makcomblang Khadijah dan Nabi Muhammad dalam ceramah Ustadz Khalid Basalamah, Nafisa berkata, "Wahai Muhammad, mengapa engkau tidak menikah dengan wanita yang berkumpul semua pada dirinya, hal yang kau butuhkan? Kecantikan, jalur nasab, kekayaan, kepintaran, kedudukan, semua ada."
Baca Juga: Cara Mendapat Transfer Pahala Gratis
Mendengar hal itu Nabi Muhammad SAW bertanya, "Siapa yang kau maksudkan?"
Nafisa pun menjawab, "Khadijah binti Khuwailid."
Lalu Nabi Muhammad SAW pun kaget dan bertanya, "Bagaimana bisa Khadijah? Mustahil itu terjadi, karena Khadijah siapa? Orang yang memang menolak semua tokoh-tokoh, satu Makkah tahu kalau dia menolak tokoh-tokoh Quraisy. Lalu dia mau menikah dengan orang yang tadinya penggembala kambing kemudian sekarang menjadi pengusaha kecil?"
Keraguan Nabi Muhammad SAW, justru dijawab begini oleh Nafisa.
"Itu urusan saya, yang penting Anda setuju dulu," ujar Nafisa.
Setelah pertemuan itu, Nafisa kembali kepada Khadijah mengatakan, "Wahai Khadijah sudah selesai urusannya."
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana