-
Pemerintah Meksiko berencana memajukan libur sekolah satu bulan lebih awal demi penyelenggaraan Piala Dunia.
-
Kebijakan ini diprotes keras karena dianggap mengabaikan kepentingan pendidikan 23 juta siswa di Meksiko.
-
Presiden Claudia Sheinbaum akhirnya menyebut rencana tersebut masih bersifat usulan yang akan ditinjau ulang.
Suara.com - Pemerintah Meksiko menghadapi gelombang penolakan masif setelah merencanakan penutupan kegiatan belajar mengajar satu bulan lebih awal demi menyambut ajang Piala Dunia 2026.
Langkah ini dianggap mengorbankan hak pendidikan jutaan anak hanya untuk memfasilitasi kelancaran lalu lintas dan mobilitas turis selama turnamen sepak bola berlangsung.
Dikutip dari BBC, kritik tajam muncul karena keputusan ini dinilai mendadak dan membebani orang tua yang kini harus mencari solusi pengasuhan anak tanpa persiapan matang.
Sekretaris Pendidikan Mario Delgado menyatakan bahwa tahun ajaran akan berakhir pada 5 Juni mendatang.
Kondisi tersebut membuat wali murid hanya memiliki waktu kurang dari empat minggu untuk mengatur ulang jadwal harian keluarga mereka.
"Anak-anak saat ini sedang berada di tengah evaluasi mereka, dan mereka sudah diberitahu bahwa mereka akan dievaluasi berdasarkan apa pun yang mereka miliki. Tanggapan macam apa itu?" ujar salah satu orang tua kepada surat kabar El Universal.
Keluhan lain muncul terkait prioritas pemerintah yang dianggap lebih mengutamakan kenyamanan wisatawan mancanegara dibandingkan kebutuhan warga lokal.
"Mereka ingin kota kosong untuk para turis, dan kami dibiarkan bertanya-tanya apa yang akan kami makan," ucap warga lainnya merujuk pada tingginya biaya kegiatan musim panas.
Persatuan Orang Tua Nasional secara resmi mengutuk langkah tersebut dan menyebut alasan penggunaan Piala Dunia untuk membatalkan kelas sebagai tindakan yang tidak dapat dimaafkan.
Baca Juga: Lionel Messi Blak-blakan: Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026 tapi 6 Tim Ini Ancaman Serius
"Pertandingan hanya akan diadakan di tiga kota. Mengapa memengaruhi hampir 23 juta siswa dengan dalih yang tidak masuk akal ini?" tulis pernyataan resmi organisasi tersebut.
Dunia usaha yang diwakili oleh Coparmex turut menyuarakan kekhawatiran atas gangguan operasional perusahaan akibat perubahan jadwal sekolah yang tiba-tiba ini.
Pengusaha menilai ketidaksiapan sistem pendukung bagi karyawan yang memiliki anak sekolah akan menciptakan ketidakpastian ekonomi di tingkat nasional.
Merespons tekanan publik, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mulai melunakkan sikap dengan menyebut rencana tersebut barulah sebatas usulan.
"Karena banyak warga Meksiko yang menyukai sepak bola dan mengikuti Piala Dunia, usulan ini dibuat untuk memajukan hari libur," ungkap Presiden Meksiko dalam konferensi persnya.
"Namun hari sekolah bagi anak perempuan dan laki-laki juga harus dipertimbangkan," tambah Sheinbaum sebagai sinyal peninjauan kembali kebijakan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka