Suara.com - Seorang anggota parlemen Inggris mengatakan "harus dimungkinkan untuk mencampurkan politik dengan mengurus anak " setelah ia diberitahu bahwa ia tidak bisa membawa putranya yang baru berusia tiga bulan untuk mengikuti sidang di Majelis Rendah, seperti dilaporkan wartawan BBC News, George Bowden.
Stella Creasy, anggota parlemen dari Partai Buruh, diberitahu bahwa ia melanggar peraturan dengan membawa putranya dalam debat di Westminster Hall pada Selasa (23/11).
Majelis Rendah menyatakan sedang menjalin "komunikasi" dengan Creasy.
Kepada BBC, Creasy mengaku pemberitahuan itu merupakan hal baru baginya sebab ia telah membawa bayinya dalam dengar pendapat sebelumnya. Sebelum punya putra yang masih disusuinya sekarang, ia telah membawa serta putrinya ke ruang sidang di Majelis Rendah.
Pada September 2018, wakil pemimpin Partai Liberal Demokrat, Jo Swinson juga menggendong bayinya ketika mengikuti sidang di Majelis Rendah. Ia diyakini sebagai anggota parlemen pertama di Inggris yang membawa bayinya ke ruang sidang.
Baca juga:
- Anggota parlemen Kenya diusir dari ruang parlemen karena membawa bayi
- Siapa politisi pertama yang menyusui bayi di sidang parlemen?
- PM Selandia Baru lahirkan bayi perempuan
Namun sesudah membawa putranya ke ruang sidang pada Selasa, Stella Creasy mendapat surat elektronik dari sekretaris pribadi komite Ways and Means (deputi ketua Majelis Rendah), Dame Eleanor Laing, yang mengatakan tindakan Creasy tidak sesuai dengan peraturan tentang "perilaku dan sopan santun" yang dikeluarkan baru-baru ini.
Fenomena di negara-negara lain
Keadaan ini bertolak belakang dengan fenomena yang berkembang di semakin banyak negara. Di Selandia Baru kehadiran bayi di tengah sidang sudah menjadi pemandangan biasa belakangan.
Pada September 2018, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern, membawa serta putrinya yang berusia tiga bulan ke Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Di Selandia Baru, Ketua Parlemen Trevor Mallard menggendong dan memberikan susu kepada bayi berusia satu bulan, putra dari anggota parlemen Tamati Coffey dan pasangannya, Tim Smith. Mallard melakukan hal itu sembari memimpin sidang pada Agustus 2019.
Baca Juga: Pramugari Terharu Lihat Penumpang Pria Bawa Bayi 5 Bulan, 'Ibunya Ada di Kargo Mbak'
Larissa Waters tercatat sebagai perempuan pertama di Australia yang menyusui di parlemen federal pada Mei 2017.
Pada Agustus 2019, Zulekha Hassan, anggota parlemen Kenya diusir dari ruang sidang karena membawa bayinya ke dalam ruangan ketika sidang parlemen sedang berlangsung. Ia mengaku sedang mengalami "keadaan darurat" sehingga terpaksa membawa bayinya ke dalam ruang sidang.
Perdebatan di Inggris
Wakil Perdana Menteri Dominic Raab mengatakan ia "amat bersimpati" terhadap anggota parlemen dari dearah pemilihan Walthamstow, London timur itu.
Anggota parlemen dan politikus perlu memastikan "profesi kita disesuaikan dengan dunia modern... [jadi] orang tua dapat menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan waktu keluarga yang diperlukan".
Namun dikatakan Raab, pihak berwenang di Majelis Rendah berhak memutuskan "keseimbangan yang tepat".
Anggota parlemen dari Partai Buruh Stella Creasy selama ini mendorong kaum ibu untuk terjun ke dunia politik lewat kampanye This Mum Votes. Ia mengunggah surat yang ia terima tentang peraturan di parlemen itu disertai kalimat: "Para ibu dari semua parlemen tampaknya tidak boleh tampil atau didengar..."
https://twitter.com/stellacreasy/status/1463275914217893901
Buku peraturan yang dikeluarkan oleh ketua dan wakil ketua parlemen berlaku untuk ruangan House of Commons dan Westminster Hall dan diperbarui pada September.
Disebutkan: "Anda tidak boleh mengambil tempat duduk di ruangan ketika membawa anak Anda, tidak boleh berdiri di ujung ruangan, di antara pembatas." Kata-kata yang sama juga digunakan dalam naskah peraturan yang lama.
Mungkin Anda tertarik:
Tag
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
Terkini
-
Usai Aksi Warga, Wali Kota Solo Perintahkan Pemeriksaan SCMPP dan Dampak Lingkungan Putri Cempo
-
Piala Presiden 2026: Shin Tae-yong Senyum Lebar, Persija Imbangi Port FC Usai Tertinggal Dua Gol
-
Koalisi Masyarakat Sipil Peringatkan Bahaya Dominasi Militer, Sebut Demokrasi dan HAM Terancam
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya
-
Maling Rp1,2 Miliar di Kalideres Tertangkap, Hasil Kejahatan Tinggal Rp200 Juta
-
Doli Golkar Pertanyakan OTT Kepala Daerah Tiap Pekan: Ada Skenario Parade Korupsi?
-
Akselerasi Layanan Zero Down Time di GIIAS 2026, Mitsubishi Fuso: Roda Bisnis Harus Terus Berputar
-
Bidik World Athletics Label, PB PASI Puji PLN Electric Run 2026
-
Promo Diskon Grab Sepanjang Agustus 2026, Syaratnya Jadi Nasabah BRI
-
Balsa Sekulic Terpukau Atmosfer Bobotoh, Siap Kejar Gol Perdana Bersama Persib