Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan survei pada periode bulan Oktober dan November 2021. Survei ini dilakukan untuk mengetahui keinginan masyarakat melakukan aktivitas dalam masa pandemi Covid-19 di momen Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, awalnya menjelaskan, survei dilakukan pada Oktober mengenai mobilitas masyarakat. Menurutnya, masih terjadi pergerakan secara nasional 12,8 persen dan khusus di Jabodetabek sebanyak 13,5 persen.
"Kalau secara nasional ada 19,9 juta, dan Jabodetabek ada 4,4 juta yang ingin mudik," kata Budi dalam rapat kerja Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/12/2021).
Kemudian Budi menjelaskan, pihaknya juga melakukan survei kembali di November 2021 kemarin. Survei ini dilakukan lebih detil dan pandangan masyarakat juga disebut lebih konservatif.
"Kami bagi dalam 3 kualifikasi, apabila kita hanya melakukan pergerakan pengetatan maka yang akan pulang adalah 10 persen atau 16 juta. Tapi kalau kami tetapkan pada level tertentu, 3 atau 4, maka turun menjadi 9 persen atau 15 juta. Tapi kalau kita melakukan pelarangan mobilitas maka turun lagi menjadi 10 juta atau 7 persen," tuturnya.
Budi mengatakan, untuk masyarakat Jabodetabek, mereka yang akan mudik pada saat adanya pembatasan kapasitas ada dijumlah 12 eprsen 4 juta orang, dan apabila adanya PPKM level 3 diterapkan masyarakat yang ingin mudik ada 11 persen atau 3,5 juta.
Sementara jika adanya pelarangan mudik, maka masyarakat yang ingin mudik masih ada 8 persen atau sebanyak 2,6 juta.
"Di satu sisi, angka ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk keluar pada saat liburan ini sudah ada, tetapi melihat jumlah yang ingin bergerak itu sebanyak 10 juta atau dari Jakarta 2,6 juta, jumlah itu cukup signifikan mengakibatkan satu lonjakan covid di daerah atau di Jakarta," tandasnya.
Baca Juga: Kemenhub Akan Terapkan Pembatasan Angkutan Umum Selama Nataru
Berita Terkait
-
Jelang Nataru, Pemalang dan Jepara Masih Level 3, Ganjar: Prokes Ketat!
-
Tak Risaukan Nataru, Sutiaji: Sekarang Orang Sudah Cuti, Jalanan Malang Macet Luar Biasa
-
Kunjungan Wisatawan di Bantul Naik Selama PPKM Level 2, Dinas Pariwisata Beri Penjelasan
-
Persiapan Libur Nataru, Kapolres Semarang Tekankan Pencegahan Covid-19
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Terkini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
Sejarah Bendera Merah di Masjid Jamkaran: Dari Balas Dendam Soleimani hingga Khamenei
-
Ayatollah Ali Khamenei Gugur, Ahlulbait Indonesia Gelar Doa 7 Hari: Perlawanan Tak Padam
-
Ali Khamenei Wafat, Kesederhanaan Sepatu dan Telapak Kakinya Dikenang Rakyat Iran
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Simbol Balas Dendam, Bendera Merah Berkibar di Masjid Jamkaran Usai Ali Khamenei Gugur
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Gugur dalam Agresi AS-Israel, Silsilah Ali Khamenei Sebagai 'Sayyid' Keturunan Nabi Jadi Sorotan
-
Dino Patti Djalal Duga Agresi Militer AS ke Iran Upaya Pengalihan Isu Epstein Files