Suara.com - Koalisi Indonesia Anti Penghilangan Paksa akan menyambangi kantor Kementerian Hukum dan HAM pada Senin (6/12/2021) siang.
Koalisi yang terdiri dari KontraS, IKOHI, AJAR dan beberapa organisasi lain tersebut rencananya akan mendorong pemerintah Indonesia untuk memenuhi janji dan meratifikasi Konvensi Anti Penghilangan Paksa.
"Selama ini Indonesia belum memiliki UU yang khusus mengatur penghilangan paksa sehingga kasus seperti ini masih rentan terjadi di masa depan," kata Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Tioria Pretty dalam undangannya kepada awak media.
Tioria mengatakan, pada Oktober 2021 lalu, Kementerian Hukum dan HAM telah mendapat izin dari Presiden untuk menyusun RUU Pengesahan Konvensi ini. Bahkan sebelumnya dalam pernyataan publik, Kemenkumham menyatakan berupaya agar sebelum 10 Desember 2021 Indonesia sudah menjadi Negara Pihak.
Dalam hal ini, Koalisi Indonesia Anti Penghilangan Paksa juga akan menyerahkan petisi yang telah ditandatangani kepada pihak Kemenkumham RI.
Selain itu mereka juga akan malakukan aksi simbolik serta siaran pers terbatas setelah melakukan penyerahan petisi di Depan Gedung Kemenkumham.
"Oleh karena itu menjelang 10 Desember 2021, kami akan menyerahkan harapan rakyat Indonesia dalam bentuk petisi yang telah ditandatangani rakyat secara langsung ke Kemenkumham RI," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi