Suara.com - “Majuuuu….!!”
Ungkapan penuh energi yang kini bisa jadi sarat makna.
Perang bukan hanya maju saling serang dengan senjata. Perang bukan lagi tentang tumpahnya darah melawan penjajah. Apapun wujud dan makna peperangan, satu yang pasti selalu ada yakni sosok pahlawan. Pahlawan yang kukuh berjuang, pahlawan yang teguh pendirian dan mempertahankan kebenaran, pahlawan yang kerap mementingkan orang lain dan jadi penerang bagi sekitar.
Tahun ini, ‘Pahlawanku Inspirasiku’ menjadi tema nasional peringatan hari pahlawan.
Tak berlebihan rasanya jika manusia-manusia yang hidup di masa kini diharapkan bisa meresapi nilai-nilai perjuangan pahlawan dan mewujudkannya dalam sikap, ucap dan perilaku. Sebagaimana dicontohkan oleh para pahlawan kemerdekaan di masa lampau.
Cerita bisa saja berbeda, tapi sang pahlawan selalu hadir tepat waktu. Undangan datang dari jiwa dan suara nan jauh dari lubuk hati terdalam. Panggilan untuk berbuat baik dan benar, sesuai tantangan yang tengah dihadapi; termasuk kerasnya hantaman pandemi yang saat ini masih belum berakhir. Andakah pahlawan itu?
Kenali Siapa Lawan
Di masa pandemi saat ini, sebaran virus Covid-19 menjadi “musuh” bersama yang harus dilawan. Nyaris 2 tahun hantamannya mengguncang dunia termasuk Indonesia. Berbagai jalan telah ditempuh, beragam kebijakan dijalankan. Naik turun angka kematian, jatuh bangunnya para tenaga kesehatan, air mata yang jatuh berseling dengan peluh; namun pandemi masih saja bergeming. Begitu pun seharusnya dengan semangat dan tekad yang harus hendaknya tegak berdiri.
Ketahanan, adaptasi, mengenali apa yang harus dilakukan; adalah kunci untuk bisa bertahan. Menganalisa apa yang tengah terjadi, pendekatan apa yang dibutuhkan, hingga solusi apa yang paling tepat; merupakan langkah-langkah yang harus dilakukan secara cepat dan beriringan.
Musuh bukan hanya mereka yang merampas hak fisik dan/atau hak psikis, tapi juga pencipta ketimpangan yang kadang sukar untuk diterjemahkan. Mematuhi aturan, bersikap baik, ramah terhadap lingkungan dan memanusiakan manusia; adalah hal-hal yang bisa jadi jembatan untuk menumpas lawan. Lawan berupa rasa malas, lawan berupa sikap acuh, atau justru fanatisme yang terlalu jauh; hingga potret masyarakat yang saling hujat, fitnah, melakukan tindak kekerasan bahkan melakukan aksi teror yang dapat berakibat memecah belah bangsa. Semangat dan nilai-nilai kepahlawanan selalu relevan untuk terus ditumbuhkembangkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Baca Juga: Aturan Baru Ganti PPKM Level 3 Nataru, Kominfo: Pengetatan Aktivitas Natal dan Tahun Baru
Pengabdian Tanpa Beban
Masa sulit pandemi Covid-19 masih menjadi ancaman bagi kita semua meski belakangan ini Indonesia menunjukkan tren yang cukup baik dalam penanganan virus. Bangsa kita sempat mengalami kesulitan, namun kita patut bersyukur bahwa Indonesia tidak sampai terpuruk dan tetap optimis bangkit, pulih dan maju menghadapi masa depan.
Ketangguhan inilah yang hendaknya selalu kita tanamkan dalam kehidupan kita sehari-hari, sebagaimana para pahlawan di masa lalu berjuang mengusir penjajah dari tanah air. Di masa sekarang ini hendaknya kita menjadi pahlawan untuk negeri dengan terus melawan pandemi dan melanjutkan pembangunan.
Menjadi pahlawan bisa dilakukan secara sederhana, saling menolong sesama yang sedang membutuhkan merupakan contoh sikap pahlawan. Berjuang mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, baik dalam berkarya dan menciptakan inovasi, adalah sikap keseharian yang tanpa disadari merupakan wujud pengabdian dan kesetiaan pada nilai-nilai luhur dan jiwa patriotisme. Beberapa hal yang sangat mungkin untuk dilakukan adalah:
1. Menjaga ketertiban
Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menjadi manusia yang senantiasa tertib dan memberikan kenyamanan bagi sekitar. Tertib untuk antre, tidak melanggar rambu lalu lintas, menaati peraturan umum, menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum. Dan di masa sekarang, melaksanakan protokol kesehatan adalah langkah yang juga berjiwa pahlawan. Mudah bukan?
Berita Terkait
-
Sempat Tak Harmonis Gara-gara Cerita Perang Bubat, Begini Hubungan Sunda dan Jawa Saat Ini
-
Ada Senjata Api Saat Penangkapan Terduga Teroris di Luwu Timur
-
Kominfo Cabut Izin Frekuensi Net1
-
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Guru Diharapkan Mahir Menggunakan Media Daring
-
Jadi Saksi, Terdakwa Ipda Yusmin Beberkan Alasan Penembakan Laskar FPI
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!