2. Jujur dan cinta damai
Berkata benar dan baik, akan senantiasa mendatangkan damai di hati dan juga damai bagi sekitar. Di era modern dan serba digital, berkata jujur juga berlaku untuk sikap di media sosial. Akses informasi yang mudah dan cepat, akan jadi sarana penyebar fitnah apabila berisi ketidakjujuran. Cinta damai dan tidak mudah terprovokasi adalah sikap kepahlawanan yang juga sangat mungkin untuk dilakukan.
3. Memupuk rasa peduli
Berkegiatan sosial membuka peluang untuk bisa menjadi pahlawan bagi orang lain. Menjadi relawan di masa pandemi, aktif dalam kegiatan sosial di sekolah, lingkungan rumah, partisipasi melalui donasi untuk korban bencana alam, rutin menyumbang panti asuhan, atau menyediakan makanan bagi mereka yang membutuhkan. Bahkan di masa pandemi, setia memakai masker dan disiplin untuk melaksanakan protokol kesehatan adalah wujud rasa peduli demi mendukung pencegahan sebaran virus.
4. Cintai dan lestarikan produk lokal dan budaya tradisional
Tak perlu dibahas lagi betapa kayanya Indonesia dengan alam dan budaya. Dari pakaian hingga makanan, dari puncak gunung hingga pesisir pantai; semua layak dijajal dan dibanggakan. Menjadi pelaku industri kreatif kecil-kecilan, mempekerjakan mereka yang tak berpenghasilan untuk membuat kerajinan, atau sekedar membeli produk lokal; adalah perwujudan sikap pahlawan yang bisa dilakukan.
5. Memupuk prestasi dan mewujudkan mimpi
Punya bakat, minat atau kemampuan tertentu; bisa diasah dengan sungguh-sungguh hingga berbuah prestasi. Bermimpi untuk mengibarkan merah putih di kancah internasional atau cita-cita untuk bisa memiliki sebuah usaha misalnya, dikerjakan dengan penuh kesungguhan, diperjuangkan dengan konsisten dan pantang menyerah hingga terwujud; adalah contoh sikap kepahlawanan.
Apapun bisa dilakukan untuk jadi pahlawan. Takkan ada beban, jika semua diiringi dengan niat dan hati yang tulus. Ingatlah bahwa energi yang murni akan senantiasa jadi inspirasi.
Baca Juga: Aturan Baru Ganti PPKM Level 3 Nataru, Kominfo: Pengetatan Aktivitas Natal dan Tahun Baru
Pahlawan Tak Butuh Pengakuan
Mohammad Hatta berkata “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-semata untuk membela cita-cita”. Menjadi pahlawan juga tak perlu menunggu momentum, tak usah menanti aba-aba. Semua mengalir sebab semata-mata dilakukan tanpa mengharap pengakuan. Oleh karenanya, pahlawan sejati tidak pernah kesiangan, sebab ia memang tak hanya hadir dalam sebuah rentang waktu; melainkan selalu ada kapan pun dan dimana pun.
Pahlawan sejati takkan peduli pada jumlah likes atau subscriber di media sosial, tak masalah pada jumlah yang melihat wajah dan aksinya; bahkan justru aksi kepahlawanan tak perlu digembar-gemborkan oleh diri sendiri. Bunga nan indah tumbuh tanpa pernah berteriak, ia hanya akan meninggalkan wangi semerbak.
Apalagi untuk menjadi pahlawan setelah bangsa ini merdeka seharusnya berjalan lebih mudah. Identitas ke-Indonesia-an sudah mewujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, baik pada tatanan nilai, norma, dan aturan. Sudah seharusnya menjadi tanggungjawab setiap warga negara untuk mempertahankan eksistensi bangsa serta mendukung peran negara dalam menjaga kebebasan yang bertanggungjawab dan meningkatkan kesejahteraan.
Advertorial Subdirektorat Informasi dan Komunikasi Politik dan Pemerintahan, Direktorat Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum, dan Keamanan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Berita Terkait
-
Sempat Tak Harmonis Gara-gara Cerita Perang Bubat, Begini Hubungan Sunda dan Jawa Saat Ini
-
Ada Senjata Api Saat Penangkapan Terduga Teroris di Luwu Timur
-
Kominfo Cabut Izin Frekuensi Net1
-
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Guru Diharapkan Mahir Menggunakan Media Daring
-
Jadi Saksi, Terdakwa Ipda Yusmin Beberkan Alasan Penembakan Laskar FPI
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser