Suara.com - Massa buruh yang berunjuk rasa akhirya bubar jalan seusai bertemu dengan perwakilan pemerintah DKI Jakarta, Rabu (8/12/2021). Alasan mereka berdemo di Balai Kota DKI Jakarta karena hendak menagih janji Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Massa yang sempat berkumpul di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta, setelah sebelumnya berorasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat membubarkan diri pada pukul 16.54 WIB.
Mereka bubar jalan seusai 10 perwakilan mereka diterima oleh pemerintah DKI Jakarta di kantor Balai Kota.
Sebelum membubarkan diri massa sempat menyanyikan lagu, Bagimu Negeri, kemudian diakhiri dengan doa bersama.
Sementara itu, akses Jalan Merdeka Selatan, sudah dapat dilalui kembali, setelah sempat ditutup. Begitu juga dengan Jalan Merdeka Barat yang sempat ditutup dengan kawat berduri dan brakade polisi.
Siang tadi, ratusan buruh dari sejumlah serikat pekerja menggelar berdemonstrasi di Jakarta untuk menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) minimal 10 persen.
Ada tiga lokasi yang menjadi sasaran aksi protes yakni, Istana, Mahkamah Konstitusi dan kantor Balai Kota DKI Jakarta.
Berdasarkan pantauan Suara.com, sejak pukul 10.30 WIB massa aksi sudah mulai berdatangan menuju kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat.
Mereka awalnya long march dari Jalan Merdeka Selatan melewati Kantor Balai Kota DKI Jakarta. Massa saat ini sedang berkumpul di kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat.
Baca Juga: Setelah Padati Kawasan MK, Massa Buruh Lanjut Geruduk Balai Kota DKI
Tag
Berita Terkait
-
Demo di Depan Balai Kota, Buruh Kecewa Tak Bisa Ketemu Anies untuk Tagih Revisi UMP
-
Setelah Padati Kawasan MK, Massa Buruh Lanjut Geruduk Balai Kota DKI
-
Geruduk Anies di Balai Kota, Massa Buruh Asyik Berjoget Diiringi Musik
-
Bergerak ke Balai Kota Setelah Bertemu MK, Massa Buruh Tagih Janji Anies Naikan Upah
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran