Suara.com - Selandia Baru mengumumkan rencana untuk melarang anak mudanya membeli rokok secara bertahap sehingga menciptakan generasi bebas asap rokok.
Menyadur DW Kamis (9/12/2021), Menteri kesehatan asosiasi Selandia Baru, Ayesha Verrall mengatakan tak ingin generasi muda mulai merokok seiring bertambahnya usia.
"Mereka dan generasi mendatang tidak akan pernah dapat membeli tembakau secara legal karena, kenyataannya, tidak ada usia yang aman untuk mulai merokok," katanya.
Saat ini, Selandia Baru melarang penjualan tembakau kepada orang di bawah usia 18 tahun. Namun mulai tahun 2027, larangan berdasarkan usia akan meningkat setiap tahun untuk menjauhkan satu generasi dari rokok, kata Verral.
Selandia Baru juga akan membatasi tempat penjualan tembakau dan hanya mengizinkan penjualan produk dengan kadar nikotin rendah, tambahnya.
Penurunan tajam jumlah penjual nikotin resmi diperkirakan akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2024. Pada tahun 2025, pengurangan kebutuhan nikotin akan mulai berlaku.
"Pada 2027, Selandia Baru akan menciptakan generasi bebas asap rokok", kata Verral.
Industri tembakau ritel Selandia Baru sudah termasuk yang paling dibatasi di dunia setelah Bhutan yang memiliki larangan penuh atas penjualan rokok.
Tapi pemerintah mengatakan langkah-langkah yang lebih keras diperlukan untuk mencapai tujuannya kurang dari 5% dari populasi merokok setiap hari pada tahun 2025.
Baca Juga: Anggota Parlemen Selandia Baru Naik Sepeda ke Rumah Sakit untuk Melahirkan
Pemerintah mengharapkan bahwa aturan baru akan mengurangi separuh tingkat merokok Selandia Baru dalam waktu 10 tahun dari saat mereka mulai berlaku.
Rencana tersebut akan diperkenalkan ke parlemen pada Juni tahun depan karena pemerintah bertujuan untuk membuatnya menjadi undang-undang pada akhir 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Prabowo Soal Bantuan Bencana: Pemerintah Terbuka, Asal Tulus dan Jelas Mekanismenya
-
Palak Pedagang Pakai Sajam, Dua Preman 'Penguasa' BKT Diringkus Polisi
-
Mendagri Tito Dampingi Presiden Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur di Tapanuli Selatan
-
Hadapi 7.426 Kasus Narkoba, Pemprov DKI Siapkan Tiga Strategi Utama di 2026
-
Blak-blakan Prabowo, Ini Alasan Banjir Sumatra Tak Jadi Bencana Nasional
-
Tak Punya SIM, Pengemudi Civic Hantam Separator dan Bus TransJakarta di Bundaran HI
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Tunjukkan Empati, Warga Bukittinggi Rayakan Tahun Baru di Jam Gadang Tanpa Pesta Kembang Api
-
Kemenag Serahkan Bantuan Rp10,2 Miliar untuk Penyintas Banjir Sumatra Barat
-
Polisi Selidiki Teror ke DJ Donny, dari Kiriman Bangkai Ayam hingga Bom Molotov