Suara.com - Rokok dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskuler. Demi menekan prevalensi dan mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskuler, produk tembakau alternatif atau vape dapat dioptimalkan untuk membantu perokok dewasa beralih dari rokok.
Topik tersebut menjadi pembahasan dalam diskusi “The Impact of Tobacco Smoking and Risk Cardiovaskular Disease” yang diselenggarakan beberapa waktu lalu secara daring. Narasumber pada acara ini antara lain Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita, Ade Meidian Ambari; Mantan Direktur Riset Kebijakan dan Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia, Tikki Pangestu; dan Konsultan Senior Kardiologi Rumah Sakit Manila, Rafael R. Castillo.
Menurut Ade Meidian Ambari, rokok merupakan salah satu permasalahan besar di Indonesia. Sebab, rokok bertanggung jawab atas 10 persen dari total kasus penyakit kardiovaskuler. Menurut data WHO, kardiovaskuler adalah faktor utama kematian secara global karena menyebabkan 17,9 juta kematian setiap tahunnya.
“Dari perspektif Pencegahan Kardiologi, ini adalah sebuah masalah,” kata Ade, Minggu (5/12/2021).
Saat ini, jumlah perokok Indonesia telah melebihi 65 juta jiwa. Dengan angka yang sangat besar tersebut, Ade menyarankan agar para perokok segera berhenti merokok untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler.
“Sekitar satu atau dua tahun setelah berhenti merokok, terjadi penurunan risiko atau dalam jangka panjang mengurangi risiko gagal jantung,” ungkap dia.
Senada dengan Ade, Tikki menambahkan permasalahan rokok harus segera diselesaikan. Selain berhenti secara langsung, menurut Tikki, perokok dewasa yang kesulitan atau belum berhenti merokok bisa beralih ke produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik.
Produk-produk tersebut menerapkan konsep pengurangan risiko. Berdasarkan sejumlah kajian, produk tembakau alternatif mampu menurunkan risiko hingga 90 persen-95 persen daripada rokok.
“Produk ini penting sebagai bantuan potensial untuk membantu orang berhenti merokok,” tegasnya.
Baca Juga: Amankah Produk Tembakau Alternatif? Begini Kata Ahli
Tikki mencontohkan bahwa Inggris berhasil menurunkan jumlah perokoknya berkat produk tembakau alternatif. Setiap tahunnya, sekitar 20 ribu orang berhenti merokok menurut laporan The England Journal of Medicine.
“Jadi ini bukti yang cukup meyakinkan untuk efektivitas dari produk ini,” ujarnya.
Bukti efektifnya produk tembakau alternatif juga ditunjukkan dari hasil survei yang dipublikasikan Badan Statistik Inggris. Berdasarkan hasil survei tersebut, angka perokok mengalami penurunan dari 14,4 persen pada 2018 menjadi 14,1 persen pada 2019. Angka perokok Inggris kini 6,9 juta jiwa dengan 3,8 juta perokok pria dan 3,1 juta perokok wanita.
“Jadi mengapa kita tidak mendukung penggunaan produk tembakau alternatif? Harus ada kemauan dan komitmen politik dengan mempertimbangkan faktor ekonomi serta sosial,” tutur Tikki.
Rafael juga setuju produk tembakau alternatif diberdayagunakan sebagai alternatif untuk berhenti merokok, meskipun produk tersebut tidak sepenuhnya bebas risiko. Menurut dia, mengganti kebiasaan merokok dengan produk tembakau alternatif menciptakan peluang lebih besar untuk sepenuhnya berhenti.
“Produk ini dapat dipertimbangkan sebagai solusi untuk perokok berat. Penggunaan produk ini juga menunjukkan penurunan detak jantung yang signifikan dibandingkan dengan rokok,” jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Gudang Elpiji di Bekasi Meledak dan Terbakar, Warga Panik Berhamburan
-
Usai Akui Ijazah Jokowi Asli, Pelapor Sepakat RJ Rismon, Kasus Segera SP3?
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI