Suara.com - Komika terkenal Bintang Emon ikut menanggapi kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Herry Wirawan terhadap belasan santriwati di Bandung, Jawa Barat.
Lewat sebuah video yang diunggah di akun Twitternya, Bintang Emon mengecam sosok Herry yang tega melakukan aksi biadabnya dengan kedok membuka pendidikan pesantren abal-abal.
"Coba itu liat, dia pakaiannya kayak gimana pas kejadian? Ya, lagian sih jadi perempuan bukannya di rumah aja. Ya omongan kayak gitu sebagai pencegahan gua setuju sih. Tapi tolong jangan sampai skip bahwa andil utama salah dari kejahatan seksual adalah laki-lakinya. Itu yang di pesantren badannya kurang ketutup kain bagaimana itu?" ujar Bintang Emon dalam video yang diunggah di Twitter pada Kamis (9/12/2021).
Ia prihatin dengan nasib para santriwati yang diperkosa di dalam rumah atau pondok, tempat yang seharusnya memberikan kenyamanan dan perlindungan.
"Kudu banget mukanya ketutupan kain juga biar kayak mumi baru? (Kalian bilang) suruh siapa keluar-keluar kelayapan dari rumah? Lah, itu ada yang diperkosa dalam rumah. Di luar rumah katanya enggak aman, di dalam rumah juga ternyata enggak aman," tambah Bintang Emon.
Lebih lanjut pria bernama asli Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra ini menyebut yang harus disalahkan dalam kasus pemerkosaan bukanlah korban melainkan pelaku yang tak bisa menahan hawa nafsu.
"Gua setuju pencegahan tuh harus dilakukan. Tapi kita harus sadar kalau yang salah tuh lakinya. Jadi kalau laki kagak bisa ngontrol batangnya, mending resign aja jadi orang," tuturnya.
Bintang Emon lantas memakai teori Darwin untuk menjelaskan pendapatnya mengenai sosok Herry Wirawan.
"Kayaknya dia tuh di teori darwin ya, posisinya ini kera, ini manusia, nah dia di mari nih (di antara kera dan manusia). Badannya mulai mirip orang tapi otaknya original kera yang kalau nafsu langsung dilampiasin," beber Bintang.
Baca Juga: Perbuatannya Sangat Keji, Kemen PPPA Minta Pemerkosa Santriwati di Bandung Dihukum Kebiri
Berita Terkait
-
Kasus Guru Perkosa Belasan Santriwati hingga Ada yang Melahirkan, PPP: Menodai Pesantren!
-
Wamenag Kutuk Keras Tindakan Bejat Guru Pesantren yang Perkosa Santriwati
-
Perkosa Belasan Santriwati, Kedok HW Dibongkar Maman Imanulhaq: Ini Bukan Pesantren
-
Terkuak Modus Pemilik Ponpes Perkosa Belasan Santriwati, Herry Janji Biayai Korban Kuliah
-
Perbuatannya Sangat Keji, Kemen PPPA Minta Pemerkosa Santriwati di Bandung Dihukum Kebiri
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas