Suara.com - Anggota Pakar Medis Satgas Covid-19 memastikan varian B.1.1.529 Omicron memiliki tingkat kesakitan yang ringan, banyak pasien hanya cukup dengan isolasi mandiri jika sudah divaksinasi.
Menurut Erlina, dalam beberapa kasus di negara-negara yang sudah terinfeksi varian Omicron, pasien-pasien yang sudah divaksinasi kebanyakan tidak mengalami gejala alias orang tanpa gejala (OTG).
"Beberapa negara mengatakan gejala ringan, cukup isolasi mandiri, kabar baiknya adalah pada kelompok orang yang divaksin ini ternyata tidak ada gejala, jadi memang ditemukan varian Omicron tapi orangnya tidak bergejala karena sudah divaksin," kata Erlina dalam Sarasehan Nasional ILUNI FKUI, Minggu (12/12/2021).
Ikatan Dokter Afrika Selatan yang menemukan Varian Omicron pertama kali mengungkapkan gejala yang timbul dari varian Omicron ini biasanya kelelahan atau fatigue, sakit kepala, dan nyeri di seluruh tubuh.
"Ini berbeda dengan delta, Omicron ini tidak ada gangguan pencium atau indra perasa, tidak ada anosmia dan aguesia," tuturnya.
Dia menegaskan, cara pencegahan varian Omicron masih sama yakni dengan tetap menjaga protokol kesehatan 5M ; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Serta segera mendapatkan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar terlindungi dari ancaman lonjakan kasus Covid-19.
"Tidak usah menunda-nunda vaksinasi, segeralah divaksinasi, kita susah loh mencegah Omicron masuk ke Indonesia karena mobilitas tinggi, nah kalau pun Omicron masuk, kalau kita sudah divaksin ternyata tidak ada gejala," tegasnya.
Diketahui, sampai 11 Desember 2021, GISAID initiative yaitu adalah lembaga bank data yang menjadi acuan untuk data genom virus SARS-CoV-2, telah mencatat 47 negara dan 1803 kasus dengan varian Omicron.
Baca Juga: Booster Pfizer Diklaim Mampu Melindungi dari Omicron
Pandemi Covid-19 telah menginfeksi 4.258.980 orang Indonesia, masih terdapat 5.186 kasus aktif, 4.109.865 orang sudah dinyatakan sembuh, dan 143.929 jiwa meninggal dunia.
Pemerintah juga telah menyuntikkan 146,270,504 dosis (70.23 persen) vaksin pertama dan 102,759,772 dosis (49.34 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara total sasaran vaksin adalah 208.265.720 atau 70 persen warga Indonesia yang ditargetkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi harus selesai dalam waktu satu tahun untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.
Berita Terkait
-
Booster Pfizer Diklaim Mampu Melindungi dari Omicron
-
7 Artis Terkena Covid-19 Sepanjang Tahun 2021, Berhasil Sembuh!
-
IDI: Indonesia Sudah Lewati Krisis Pandemi Covid-19
-
Tak Ada Klaster Covid-19 Baru usai Menggelar WSBK Mandalika, ITDC Sukses Terapkan Prokes
-
Turki Laporkan Kasus Pertama, Enam Orang Dinyatakan Terpapar Varian Omicron
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard