Suara.com - Mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai turut menyampaikan tanggapan terkait baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani yang terpasang di beberapa titik di daerah yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.
Lewat sebuah cuitan di akun Twitternya, Natalius Pigai menyebut hal itu tak jadi soal apabila ada aksi nyata. Ia juga meminta Puan untuk menyebutkan apa yang telah diperbuat Puan dalam membantu para korban.
"Tidak soal asal nyata bagi mereka. Ibu Puan sebut saja apa yang kau buat," tulis Natalius Pigai dalam cuitannya seperti dikutip Suara.com, Kamis (23/12/2021).
Lebih lanjut Natalius Pigai justru mempertanyakan para politikus yang hilang bak ditelan bumi ketika terjadi bencana alam.
Ia juga menyindir pihak-pihak yang hanya datang saat hendak pemilu sambil megumbar janji-janji manis.
"Yang justru ditanya itu politikus yang hilang ditelan Bumi nihil PEDULI. Datang saat Pemilu bawa janji-janji surga. Dimana Ketua-ketua partai, RK, Ganjar dll," lanjutnya.
Diketahui, beberapa baliho milik Puan Maharani berdiri kokoh di sejumlah titik yang ada di lokasi erupsi Gunung Semeru. Hal itu terekam dalam video yang diunggah pengguna akun Twitter @Tukangrosok_, seperti dilihat pada Selasa 21 Desember 2021.
Dalam narasi cuitannya, akun itu menyindir baliho anak Megawati yang terpasang di lokasi pengungsi korban erupsi Gunung Semeru tersebut.
"Kereennn…. Tempat pengungsi erupsi semeru dipasangi baliho," tulis akun itu sebagai keterangan.
Baca Juga: Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Semeru, Puan Minta Infrastruktur Segera Diperbaiki
Bukan baru sekali ini saja baliho bergambar wajah Puan Maharani jadi sorotan publik. Sebelumnya, baliho Puan dengan slogan 'Kepak Sayap Kebhinekaan' juga sudah terlebih dahulu membuat heboh masyarakat.
Baliho yang menampilkan wajah ketua DPR RI dalam balutan busana bernuansa merah itu terpasang hampir di seluruh pelosok negeri.
Mulai dari pusat kota hingga di pelosok pedesaan terpasang baliho tersebut.
Tak heran saat itu nama Puan Maharani menjadi topik pembahasan paling ramai diperbincangkan di media sosial. Baliho tersebut pun viral dan diedit serta dipelesetkan dengan versi lucu sesuai kreativitas para warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Tak Terima Baliho Puan Maharani Mejeng di Depan Rumahnya, Wanita Ini Mencak-mencak
-
Sinetron Terpaksa Menikahi Tuan Muda Syuting di Erupsi Semeru, Rebecca: Saya Minta Maaf
-
PDI Perjuangan Klaim Baliho Puan di Desa Terdampak Semeru: Mohon Dilihat Maksudnya
-
Syuting di Pengungsian, Warga Lumajang Boikot Sinetron 'Terpaksa Menikahi Tuan Muda'
-
Viral Lokasi Pengungsi Semeru Jadi Tempat Syuting, Empati Dipertanyakan
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!