Suara.com - Deretan iklan khas Natal sudah menjadi tradisi tahunan di banyak negara. Iklan-iklan itu kerap muncul sebagai film pendek dengan kisah yang memikat.
Akan tetapi, sebuah iklan Norwegia yang menampilkan Santa Claus atau sinterklas mencium pria yang menunggunya di rumah pada malam Natal telah membuat heboh khalayak umum.
Dalam iklan layanan pos Norwegia berdurasi empat menit, seorang pria tampak sedang menulis sebuah surat untuk Santa Claus di Kutub Utara.
Pesannya berbunyi: "Yang saya inginkan untuk Natal adalah dirimu." Singkat kata, keinginan sang pria terwujud.
"Kami ingin merayakan 50 tahun penghapusan larangan hubungan sesama jenis," kata Monica Solberg, direktur perusahaan Posten, merujuk iklan berjudul When Harry meets Santa itu.
Hingga kini, pariwara tersebut telah ditonton lebih dari dua juta kali.
"Tanggapan yang sedemikian besar membuat kami sedikit terkejut. Kami sudah mengira akan ada reaksi tapi tidak sebesar ini," ujar Monica.
Baca juga:
- Apakah Sinterklas berasal dari Finlandia?
- North Pole, kota yang merayakan Natal sepanjang tahun
- Guru SD dipecat gara-gara menyebut Sinterklas itu tidak ada
Selain menuai pujian, iklan tersebut juga dikritik sejumlah orang di Norwegia dan negara-negara di kawasan Skandinavia.
Baca Juga: Jangan Sampai Keliru, Sinterklas dan Santa Klaus Dua Tokoh yang Berbeda Loh
Beberapa di antaranya menuding iklan itu menseksualkan Santa Claus. Ada pula yang berpendapat Santa Claus tampak berselingkuh dari Nyonya Claus.
https://twitter.com/YouGov/status/1473968191214862339?s=20
Meski demikian, sebagian besar berpendapat iklan itu mempertontonkan kisah Natal yang menyentuh.
Hal ini mencerminkan pendekatan masyarakat Norwegia terhadap hak-hak LGBT (lesbian, gay, bisexual, dan transgender) yang jauh berbeda dari negara-negara di belahan dunia lain.
Ada dua peristiwa monumental yang mengubah pandangan terhadap LGBT di Norwegia. Pertama, tatkala homoseksualitas tak lagi dikategorikan sebagai pelanggaran pidana pada 1972.
Lantas, ketika hukum di Norwegia membolehkan pernikahan sesama jenis selang 21 tahun kemudian.
Pegiat LGBT yang menikahi politisi konservatif
Individu yang dianggap berjasa dalam memperjuangkan hak LGBT adalah Kim Friele. Perempuan pegiat ini tidak henti-hentinya berjuang agar hubungan sesama sejenis diakui negara.
Semasa hidupnya, Friele pernah memaparkan kepada stasiun radio nasional NRK bagaimana pasangan sesama jenis berkumpul di klub-klub rahasia pada 1960-an. Friele juga menceritakan bagaimana mereka dihakimi oleh masyarakat.
Dia menanggapi cibiran itu dengan memberikan kuliah umum di berbagai sekolah dan universitas, serta tampil di media. Wajahnya pun kerap muncul dalam perdebatan publik.
"Kami akan menguliahi mereka, kami akan menjelaskan tentang kehidupan kami kepada mereka. Kami tidak duduk dan mendengarkan pelajaran dari buku teks mereka. Saya menjelaskan orang-orang macam apa kami ini," jelasnya.
Dalam kampanyenya, Kim bertemu dengan anggota parlemen dari kubu konservatif, Wenche Lowzow.
Belakangan mereka menjalin hubungan sebagai pasangan dan pernikahan mereka disahkan di Norwegia. Namun, hubungan ini mengandaskan karier politik Lowzow.
Pemakaman kenegaraan untuk pegiat LGBT
Sedemikian pentingnya Kim Friele, sampai-sampai ketika dia meninggal dunia pada usia 86 tahun, bulan lalu, pemakamannya berlangsung dalam sebuah upacara kenegaraan yang dihadiri keluarga Kerajaan Norwegia dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional.
Perdana Menteri Jonas Gahr Store memberi sambutan dalam pemakamannya dan merujuk mendiang sebagai "sosok yang hangat, bersahabat, pemberani, dan kuat yang mengubah sejarah."
Dia menggarisbawahi bagaimana Kim Friele bisa menyampaikan "ketidakadilan karena orang-orang merdeka tidak bisa mencintai yang mereka inginkan". Gahr Store juga berterima kasih kepada Kim Friele yang membuat Norwegia bisa lebih beragam.
Bagi banyak warga Norwegia, penampakan peti jenazah Kim yang berbalut warna pelangi adalah simbol betapa jauh perjalanan negara mereka dalam menghormati hak-hak LGBT. Simbol ini lebih kuat ketimbang iklan Santa Claus gay.
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Rencana Mediasi Prabowo di Iran Tak Realistis, Dino Patti Djalal: Itu Bunuh Diri Politik!
-
Profil Masoud Pezeshkian, Presiden Iran Berlatar Belakang Dokter Perang
-
Rusia Desak AS dan Israel Hentikan Agresi Terhadap Iran di Sidang PBB
-
Ali Khamenei Gugur, Tugas Pemimpin Tertinggi Iran Diambil Alih Dewan Sementara
-
Debat ICW: PSI dan Perindo Soroti Ketergantungan Industri Ekstraktif dan Sponsor Politik
-
Debat ICW: Desak Politisi Lepas Pengaruh Bisnis demi Cegah Konflik Kepentingan
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Audiens Debat ICW Kritik Jawaban Normatif Politisi dan Desak Reformasi Antikorupsi
-
Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!