Suara.com - Banyak yang penasaran dengan sosok Gus Yahya. Siapa Gus Yahya? Pemilik nama lengkap KH Yahya Cholil Staquf ini adalah salah satu kader NU yang kini mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar di Lampung, yang digelar pada 22-23 Desember 2021.
Siapa Gus Yahya? Kabar terbaru, Gus Yahya berhasil memenangi pemungutan suara putara kedua dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung dengan perolehan sebanyak 337 suara, pada Jumat (24/12/2021).
Lantas, siapa Gus Yahya selengkapnya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan profil Gus Yahya, untuk menjawab rasa penasaran dengan siapa Gus Yahya sebenarnya. Mari simak bersama profil Gus Yahya.
Latar Belakang Gus Yahya
Gus Yahya lahir pada tanggal 16 Februari 1966 dan merupakan tokoh Nahdlatul Ulama dari kota Rembang, Jawa Timur. Gus Yahya juga mengasuh pondok pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang.
Kenapa KH Yahya Cholil Staquf ini dipanggil ‘Gus’? Panggilan Gus adalah panggilan khas dari Pesantren untuk memanggil nama anak seorang kyai atau pengasuh pesantren. Jika dilihat dari silsilah keluarga, Gus Yahya tumbuh di lingkungan yang lengket dengan organisasi NU.
Ayahnya adalah seorang tokoh NU yang sangat disegani bernama KH Cholil Bisri. Bersama dengan Gus Dur, KH Cholil Bisri adalah pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Selain itu, Gus Yahya juga merupakan keponakan dari ulama Kharismatis dari NU, yaitu KH Mustofa Bisri, atau biasa disapa Gus Mus. Sedangkan adiknya, yaitu Yaqut C. Qoumas adalah Menteri Agama yang baru dilantik oleh Presiden Jokowi menggantikan Fachrul Rozi.
Pendidikan Gus Yahya
Baca Juga: Sah! Gus Yahya Terpilih Jadi Ketum PBNU Periode 2021-2026, Kalahkan Kiai Said Aqil
Sedari kecil, Gus Yahya belajar di Pesantren, bermula dari Pendidikan formal di Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah. Kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren KH Ali Maksum di Krapyak, Yogyakarta. Saat itu Gus Yahya juga kuliah di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Perjalanan Karier Gus Yahya
Pada saat Gus Dur menjabat sebagai presiden keempat Indonesia, Gus Yahya diberi amanah untuk menjadi Juru Bicara Presiden (Jubir). Sosok yang juga terkenal lewat tulisan dan cerita-cerita lucu bertajuk Terong Gosong pada 2018-2019 ini, diberi amanah sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggantikan KH Hasyim Muzadi yang wafat.
Salah satu yang paling menonjol dari Gus Yahya ini adalah kegemarannya untuk menjumpai tokoh-tokoh dunia. Alasannya adalah, karena silaturahmi itu memberitahu publik internasional tentang konsep Islam yang kerap disalahpahami seperti bahwa Islam itu agama teror, Islam itu identik dengan kekerasan, Islam itu memusuhi agama-agama lain dan lain sebagainya.
Nama Gus Yahya memang cukup menyita pandangan publik saat dirinya menghadiri undangan dari American Jewish Committee (AJ) dan berbicara tentang resolusi konflik antar agama. Gus Yahya juga sering berjumpa dengan beberapa tokoh agama seperti Paus Franciscus.
Selain itu, Gus Yahya banyak sekali mengkader ulama-ulama dan aktivis di Nahdlatul Ulama. Kegemarannya untuk silaturahmi ini tak pelak membuat banyak orang teringat sosok Gus Dur yang juga gemar safari dan berjumpa banyak orang untuk bicara perihal perdamaian. Di publik internasional, Gus Yahya terkenal sebagai representasi Islam yang moderat.
Berita Terkait
-
Sah! Gus Yahya Terpilih Jadi Ketum PBNU Periode 2021-2026, Kalahkan Kiai Said Aqil
-
Terisak Haru, M Nuh Tetapkan Gus Yahya Jadi Ketua PBNU
-
Kakak Kandung Menteri Agama, Gus Yahya Terpilih Jadi Ketum PBNU
-
Kalahkan Said Aqil Siradj, Gus Yahya Pimpin PBNU Periode 2021-2026
-
Muktamar NU: Gus Yahya Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Adik Jadi Tersangka Korupsi Haji, Sikap Gus Yahya: Saya Tak Akan Intervensi
-
KPK Sita Rp100 M, Biro Travel Ramai-ramai Kembalikan Uang Panas Korupsi Kuota Haji
-
Tuai Polemik, Pramono Anung Pasang Badan Soal Pembangunan JPO Sarinah: Untuk Difabel
-
Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
-
Doa Ibu Jelang Sidang Vonis Laras Faizati: Semoga Anak Saya Bebas dan Hidupnya Kembali!
-
Profil dan Rekam Jejak Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Kini Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Menanti Vonis Empat Hari Jelang Ultah ke-27, Laras Faizati: Hadiah Terbaik adalah Kebebasan
-
Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza
-
Luluk PKB: Penetapan Tersangka Gus Yaqut Harus jadi Momentum Reformasi Total Tata Kelola Haji
-
6 Fakta Kasus Yaqut Cholil Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji