Suara.com - Seorang pria di Inggris kecewa setelah membuka paket ponsel yang ia pesan secara online. Bukan Iphone 13 Pro-Max yang ia terima melainkan sebuah cokelat batang seharga Rp 19 juta.
Menyadur Mirror Senin (27/12/2021) Daniel Carroll memesan iPhone keluaran terbaru seharga £ 1.045 namun paketnya datang terlambat selama dua minggu.
Akhirnya Daniel muncul di Gudang DHL di West Yorkshire untuk mengambil sendiri orderannya, tapi ia terkejut saat membuka kotak dan menemukan dua batang cokelat Cadburry Susu Oreo putih 120g yang dibungkus dalam tisu toilet.
Pekerja logistik itu menjadi curiga ketika melihat pita paket dirusak dan memposting temuannya ke Twitter.
"Setelah akhir pekan yang panjang dari iPhone 13 Pro Max baru yang terjebak di jaringan @DHLParcelUK, gagal dalam upaya pengiriman Jumat-Minggu, saya akhirnya mengambil paket kemarin dari DHL Leeds untuk menemukan paket yang dirusak dan yang baru telepon (hadiah Natal) diganti dengan ini.”
Daniel membagikan foto-foto sambil menambahkan bahwa tisu toilet bahkan bau. Dia menjelaskan memesan telepon pada 2 Desember melalui situs web Apple, tapi hari pengiriman paling awal adalah 17 Desember.
“Jumat lalu pada hari pengiriman, saya memiliki beberapa pembaruan yang bertentangan dari DHL. Awalnya tertulis 'out for delivery', lalu dipindai sebagai 'delayed', lalu kembali ke 'out for delivery antara 13:45-14:45'.”
"Saya tinggal di sepanjang hari dan tidak ada yang datang."
"Saya pergi ke pelacakan dan memilih untuk mengumpulkan parsel dari depot mereka, dan itu mengatakan akan tersedia untuk diambil pada hari Sabtu."
Baca Juga: Kocak! Penerima Paket Asyik Karaoke, Kurir Ini Justru Ikut Menyanyi
“Pada hari Senin saya melakukan perjalanan 24 mil pulang pergi untuk mengambil parsel.”
"Ketika saya sampai di rumah, saya tahu bahwa kotak itu telah dirusak karena selotipnya cukup longgar, tapi karena saya merasakan beban, saya baru saja membukanya."
"Di dalamnya ada tisu toilet industri murah, yang bau, dan dua batang cokelat Cadburry Oreo Susu di sana."
“Saya bekerja untuk sebuah perusahaan logistik dan mengetahui DHL, tidak ada alasan mengapa paket tidak boleh dilacak saat diterima kembali di depot selama waktu itu kecuali jika diambil secara manual dari proses biasanya.”
“Saya menelepon DHL tapi tak bisa bicara dengan seseorang, hanya pembaruan pelacakan otomatis. Saya mengajukan pertanyaan di halaman kontak mereka pada hari Senin, yang tidak pernah ditanggapi.
"Saya DM mereka pada hari Selasa yang belum ditanggapi juga. Melalui LinkedIn, saya berhasil mendapatkan perhatian dari manajer layanan pelanggan yang menyarankan mereka untuk memeriksa CCTV."
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau
-
Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah