- Pemkot Jaktim menutup permanen dua akses Taman Kota Cawang karena dugaan penyalahgunaan fungsi pada malam hari.
- Penutupan dilakukan melalui pengecoran dan pengelasan celah pagar sebagai upaya preventif gangguan sosial.
- Tindakan ini merupakan penertiban terpadu untuk mengurangi kerawanan sosial di area taman tersebut.
Suara.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, setelah muncul dugaan penyalahgunaan fungsi taman pada malam hari.
Dikutip dari Antara, Camat Makasar Dimas Prayudi mengatakan penutupan dilakukan dengan pengecoran agar akses tersebut tidak lagi bisa digunakan.
"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," ujar Dimas di Taman Kota Cawang, Jakarta Timur, Jumat, dikutip dari ANTARA.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penertiban terpadu yang melibatkan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.
Dimas menjelaskan, penutupan dilakukan sebagai upaya preventif menyusul adanya laporan dan perhatian masyarakat terkait dugaan aktivitas prostitusi sesama jenis yang terjadi di area taman pada malam hari.
"Kita mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman yang ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini," jelasnya.
Selain menutup dua akses utama, petugas gabungan juga menemukan celah pada pagar taman yang berbatasan langsung dengan area tol. Celah tersebut diduga kerap dimanfaatkan warga untuk masuk secara tidak resmi ke area taman. Pada hari yang sama, petugas langsung melakukan pengelasan untuk menutup akses tersebut.
"Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," kata Dimas.
Menurutnya, lokasi tersebut telah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh pihak tertentu. Karena itu, pemerintah kecamatan bersama instansi terkait mengambil langkah pencegahan agar taman kembali difungsikan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Pelajar SMP Tewas Akibat Tawuran di Jaktim, Empat Remaja Jadi Tersangka
"Apa yang kami lakukan hari ini sifatnya preventif untuk mengurangi dampak tersebut. Yang paling penting, ini tugas kita bersama untuk menjaga taman," tegasnya.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial Instagram memperlihatkan sekelompok remaja laki-laki masuk ke Taman Kota Cawang melalui sela pagar pada dini hari. Dalam video yang diunggah aku @ijoel tersebut disebutkan bahwa aktivitas tersebut kerap terjadi lewat pukul 01.00 WIB.
Pemkot berharap masyarakat dapat memanfaatkan taman sebagai ruang publik sesuai peruntukannya dan turut berperan aktif melaporkan jika menemukan dugaan penyalahgunaan fasilitas umum.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Kabar Gembira! 58.920 Siswa di Papua Tengah Bisa Sekolah Gratis, Termasuk Biaya Asrama
-
Surat Calon Jampidsus Beredar, Komjak Malah Pertanyakan Keabsahannya
-
JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk, Pakar Sebut Sopir dan Perusahaan Wajib Bayar Denda
-
Sudah 59 Nyawa Melayang! Komnas HAM Tagih Janji Pemerintah Urus 100 Ribu Pengungsi Papua
-
Ironi Menteng: Kawasan Elite Jantung Jakarta Paling Banyak Butuh Toren Air Gratis
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA