Suara.com - NASA kini melibatkan cendekiawan yang datang dari beberapa agama untuk terlibat dalam penelitian pendekatan manusia dengan alien.
Menyadur TRT World Kamis (30/12/2021), NASA menyewa pendeta, rabi dan imam termasuk di antara para teolog untuk meneliti bagaimana dunia akan bereaksi jika kehidupan di luar bumi ditemukan di planet lain.
Badan antariksa AS ini dilaporkan telah merekrut setidaknya 24 sarjana untuk berpartisipasi dalam program di Pusat Penyelidikan Teologi (CTI) Universitas Princeton di New Jersey.
Pusat tersebut, yang menerima hibah NASA senilai USD 1,1 juta pada tahun 2014, dengan tujuan utama membangun "jembatan pemahaman" antara akademisi dari berbagai disiplin ilmu, ilmuwan, dan pembuat kebijakan tentang "keprihatinan global."
Cendekiawan agama Universitas Cambridge, Pendeta Dr Andrew Davison, yang meraih gelar doktor di bidang biokimia Oxford, adalah salah satu peserta program yang disponsori NASA di CTI.
Imam Qari Asim dari Masjid Makkah di Leeds akan bergabung dengan beberapa ahli agama lainnya seperti Uskup Buckingham Alan Wilson, Rabi Jonathan Romain dari Sinagog Maidenhead.
Program ini bertujuan untuk menilai bagaimana agama-agama besar dunia akan bereaksi terhadap keberadaan kehidupan di luar bumi dan bagaimana penemuan semacam itu berpotensi berdampak pada konsep Tuhan dan ciptaan.
Pendeta Dr Andrew Davison dalam bukunya yang akan datang, berjudul Astrobiology and Christian Doctrine, mempertimbangkan kemungkinan Tuhan menciptakan kehidupan di tempat lain di alam semesta, berdasarkan penelitiannya di Princeton, menekankan kemungkinan menemukan kehidupan asing menjadi lebih nyata.
“Tradisi agama akan menjadi fitur penting dalam bagaimana umat manusia akan bekerja melalui konfirmasi kehidupan seperti itu di tempat lain,” Davidson berbagi dalam posting blog di situs University of Cambridge.
Baca Juga: NASA Menangkap Suara Misterius Berasal dari Bulan Jupiter
Sementara tokoh agama lain mengatakan bahwa ajaran Kristen, Yahudi, dan Islam tidak akan terpengaruh oleh penemuan kehidupan asing, Times melaporkan.
NASA bukan satu-satunya institusi yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini.
Duilia de Mello, astronom dan profesor fisika di Universitas Katolik, mengatakan dia memiliki beberapa seminaris di kelasnya yang sering mengajukan pertanyaan teoretis tentang kehidupan cerdas di alam semesta dan memperdebatkan apa artinya bagi Gereja Katolik.
“Jika kita adalah produk penciptaan, mengapa kita tidak bisa memiliki kehidupan yang berevolusi di planet lain juga? Tidak ada yang mengatakan sebaliknya, ”kata de Mello kepada The Washington Post bulan Agustus.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!