Suara.com - Beredar narasi tim nasional (timnas) Thailand didiskualifikasi dari Final Piala AFF Suzuki Cup 2021 leg kedua melawan timnas Indonesia karena melanggar aturan.
Narasi ini dibagikan oleh akun YouTube JENDERAL LEBAH sampai beredar luas di TikTok. Akun YouTube ini membagikan video berjudul "KABAR BAIK TIMNAS INDONESIA! Thailand di Diskualifikasi Usai Melanggar Aturan" pada Kamis (30/12/2021).
Hingga berita ini dipublikasikan, video tersebut telah mendapatkan atensi warganet dengan ditonton 2,3 juta kali dan 23 ribu tanda suka. Akun ini juga mengunggah video lain yang menyebutkan timnas Indonesia bisa juara jika Thailand terbukti langgar aturan.
Video ini berjudul "KABAR BAIK TIMNAS INDONESIA! FIFA Beri Angin Segar Indonesia Bisa Juara Jika Thailand Terbukti.." pada Kamis (30/12/2021). Video ini telah disaksikan hampir 700 ribu kali.
Tak hanya itu, akun ini juga mengungkap kemungkinan pertandingan leg pertama antara Thailand vs Indonesia yang dimenangkan Negeri Gajah itu bisa diulang kembali.
Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:
"Kabar baik buat timnas Indonesia. Pertandingan final leg 1 diulang."
Lantas benarkah klaim tersebut?
PENJELASAN
Baca Juga: Timnas Kalah, Rocky Gerung Soroti Presiden Lebih Utamakan Infrastruktur Ketimbang Nutrisi
Berdasarkan penelusuran Suara.com, narasi Thailand didiskualifikasi dari Final Piala AFF Suzuki Cup 2021 leg kedua melawan timnas Indonesia karena melanggar aturan tidak benar.
Faktanya, hingga sekarang tidak ada informasi ata berita valid mengenai diskualifikasi tersebut. Baik FIFA, AFF, ataupun pihak timnas Thailand sama sekali tidak memberikan pernyataan mengenai diskualifikasi tersebut.
Selain itu, pertandingan leg kedua antara Indonesia vs Thailand akan tetap digelar di Stadion Nasional, Singapura pada Sabtu (1/1/2022). Adapun pertandingan leg pertama telah dimenangkan Thailand dengan skor telah, yakni 4-0 atas Indonesia.
Salah satu pemain timnas Indonesia, Irfan Jaya juga baru saja mengungkap persiapannya jelang leg kedua final AFF. Ia menegaskan timnas Indonesia masih semangat dan berharap adanya keajaiban untuk membalikkan keadaan.
Pemain sayap timnas Indonesia ini menjelaskan ia dan rekan-rekannya bakal berusaha mendapatkan hal tersebut. Menurut penggawa PSS Sleman itu tidak ada yang tak mungkin dalam sepakbola.
"Kami harus tetap semangat meski kita kalah tapi masih ada leg kedua. Kami harus kerja keras lagi, kita harus kerja keras karena tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola," kata Irfan Jaya dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com.
Berita Terkait
-
Timnas Kalah, Rocky Gerung Soroti Presiden Lebih Utamakan Infrastruktur Ketimbang Nutrisi
-
Shin Tae-yong Tak Jamin Timnas Indonesia Bisa Menang Telak di Leg 2 Final Piala AFF 2020
-
KAI Diguyur PMN Rp 6,9 Triliun, LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Lanjut Dibangun?
-
Viral Ribut Pria dengan Pengemudi Taksi Online, Warganet: Jewer Dia Pak Edy
-
Viral Video Cowok Indonesia Ditatap Irene Red Velvet, Warganet sampai Geger
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Awas Wajah Rusak! Bareskrim Bongkar 'Pabrik' Skincare Bermerkuri di Bogor, Dijual Murah Rp35 Ribu
-
Anak Presiden Uganda Ancam Erdogan: Kirim Cewek Cantik untuk Saya atau Diplomat Anda Diusir
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Kedua Negara Bahas Penguatan Kemitraan Strategis
-
Imigrasi: WNA Tiongkok Paling Banyak Langgar Aturan
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
-
Tepis Isu Prabowo Antikritik, KSP: Kritik Silakan, Tapi Pakai Data dan Teori
-
Pramono Anung Jamin Aturan Penyediaan Air Tak Akan 'Sandera' Kebutuhan Warga Jakarta
-
DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Perlindungan Saksi-Korban ke Paripurna
-
Survei Poltracking: Prabowo Unggul di Top of Mind Capres 2029, Dedi Mulyadi dan Anies Menyusul