Suara.com - Badan Pusat Statistik merilis laporan indeks kebahagiaan tahun 2021. Salah satu hasilnya adalah kebahagiaan warga Jakarta yang mengalami penurunan.
Bahkan, BPS menilai penurunan indeks kebahagiaan ini sudah turun sejak tahun 2017 lalu, atau sejak Gubernur Anies Baswedan baru menjabat. Peringkat DKI juga masuk 10 terbawah dibandingkan provinsi lain di Indonesia.
Berdasarkan data BPS tahun ini, Indeks Kebahagiaan warga Jakarta berkisar di angka 70,68. Angka ini mengalami penurunan 0,65 poin dari sebelumnya 71,33 pada 2017 lalu.
Selain itu, angka ini berada di bawah Indeks Kebahagiaan Nasional yang berada di kisaran 71,49. Di level nasional, indeks kebahagiaan di Indonesia meningkat 0,8 poin dari sebelumnya 70,69 pada 2017 lalu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku belum mengetahui soal laporan BPS itu. Namun ia menganggap turunnya indeks kebahagiaan warga karena pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020.
"Saya baru dengar rilis BPS, tapi yang pasti memang akibat dampak pandemi Covid-19 besar sekali. Baik itu terhadap kesehatan, maupun perekonomian kita," ucapnya di Balai Kota, Jumat (31/12/2021).
Saat ini, kondisi pandemi Covid-19 sudah mulai membaik karena angka penularan yang sudah melandai.
Riza pun menganggap saat ini dampak negatif dari pandemi sudah mulai membaik.
Apalagi masyarakat mulai kembali beraktifitas seperti biasa sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah diturunkan jadi level 1.
Baca Juga: Fahri Hamzah soal Giring Ganesha 'Menyerang' Anies: Bagus, Tapi Jangan Kabur
"DKI Jakarta berhasil menurunkan pandemi Covid-19, apalagi sekarang sudah (PPKM) di Level 1, angka kematian terus turun, kesembuhan juga terus meningkat, (capaian) vaksin juga sudah lebih dari 120 persen di DKI," tuturnya.
Karena itu, ia mengaku akan mempelajari lebih lanjut soal indikator dari rilis BPS itu. Apalagi saat ini kondisi perekonomian masyarakat sudah membaik.
"Sekarang kita rasakan di Jakarta sudah sangat baik sekali suasananya. Namun demikian, kami minta warga untuk tetap waspada dan hati-hati, karena ada varian baru Omicron," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Ocehan Fahri Hamzah ke Giring, PSI: Kami Anggap Nasehat Orang Tua ke Anak Muda
-
Fahri Hamzah soal Giring Ganesha 'Menyerang' Anies: Bagus, Tapi Jangan Kabur
-
Anies Baswedan Dinobatkan Jadi Gubernur Terpopuler dan Paling Berpengaruh
-
Anies Baswedan Dianggap Tak Ikuti Aturan, Apindo Imbau Perusahaan di Jakarta Tak Patuh
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal