Suara.com - Perjalanan kereta api selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinyatakan berjalan kondusif dan lancar. Meski begitu, ada tujuh ribu penumpang yang sebelumnya dinyatakan tidak dapat memenuhi persyaratan perjalanan.
Menurut Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa semua penumpang yang diberangkatkan memenuhi aturan yang berlaku.
“Seluruh penumpang yang berangkat dipastikan memenuhi aturan dan dalam kondisi sehat,” ujar dia ketika dihubungi Antara di Jakarta, Sabtu (1/1/2021).
Dikemukakannya, selama Nataru sekira tujuh ribu penumpang tak dapat memenuhi persyaratan perjalanan. Ia menyatakan, sebagian jumlah tersebut ada yang melakukan pengubahan jadwal karena memerlukan waktu untuk melengkapi persyaratan.
Sedangkan, rata-rata penumpang yang tak memenuhi persyaratan disebabkan belum melakukan vaksin sebanyak dua kali untuk usia di atas 17 tahun, dan PCR anak di bawah 12 tahun.
“Bagi penumpang yang batal berangkat karena tidak memenuhi persyaratan perjalanan di masa Nataru ini, biaya tiket dikembalikan 100 persen tunai di loket,” kata Eva.
Kemudian pada malam tahun baru, jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen sekitar tujuh ribu orang, sedangkan dari Stasiun Gambir ada 5.600 orang.
Selain itu, per hari ini volume penumpang Daop 1 angkanya menurun hampir 70 persen dibandingkan pada masa normal sebelum Covid-19.
Hal dipengaruhi imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk mengurangi perjalanan demi menghentikan laju penyebaran COVID-19, ditambah adanya kesadaran masyarakat yang baik.
Baca Juga: Kabar Gembira! Tarif Tes Antigen di Stasiun Kereta Api Turun Rp 10 Ribu, Jadi Rp 35 Ribu
“Mereka mengikuti semua aturan yang ditetapkan,” ujarnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal