Perebutan gelar yang terancam
Drama visa Djokovic telah mengancam upayanya meraih gelar tunggal ke-10 di Turnamen Australia Terbuka dan gelar 'Grand Slam' ke-21 secara keseluruhan.
Djokovic saat ini sejajar dengan Roger Federer dan Rafael Nadal dengan 20 gelar 'Grand Slam'.
Mantan pemain tenis Sam Groth mengatakan apa yang dialami Djokovic membayangi persiapan menuju pertandingan Australia Terbuka.
"Ini menimbulkan reaksi, tidak hanya di sini di Australia, karena saya merasa sepertinya perasaan penduduk Australia dan orang-orang Victoria sangat, sangat vokal tentang bagaimana ia pada awalnya bisa diizinkan datang ke Australia," katanya kepada media Channel Nine.
"Pertanyaannya adalah bagaimana kita akan melihat dunia dan negara-negara lain. Ini [tampaknya] berubah menjadi sedikit tidak baik."
Penggemar di bandara 'kecewa'
Beberapa penggemar petenis nomor satu dunia ini berkumpul di Bandara Melbourne untuk menunjukkan dukungan sambil menyatakan frustrasi atas pembatalan visa.
"Ini cukup mengecewakan. Saya tadinya pikir Pemerintah sudah memperhitungkannya," kata Slobodan, salah satu penggemar Djokovic.
"Saya mengontak anggota komunitas Serbia lainnya, mereka semua kecewa dan saya mendengar keluarga mereka juga kecewa dengan keputusan ini."
Sebelumnya, Pemerintah Victoria mengatakan Djokovic telah mendapat pengecualian vaksinasi COVID-19 untuk berkompetisi di Australia Terbuka, setelah "proses peninjauan yang ketat".
Baca Juga: Usai Terkatung-katung di Bandara, Novak Djokovic Resmi Absen dari Australian Open
Kemarin, keputusan itu mendapat kecaman luas, tetapi lembaga Tennis Australia dan Victoria mengatakan Djokovic tidak diberi perlakuan khusus.
Permohonan pengecualian Djokovic dinilai oleh dua panel terpisah yang tidak mengetahui nama, usia, atau negara asal orang yang mengajukan permohonan.
Tennis Australia mengatakan 26 petenis mengajukan permohonan pengecualian untuk bisa masuk Australia tanpa menunjukkan bukti sudah divaksinasi dan "hanya segelintir" yang diberikan.
Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.
Berita Terkait
-
Sejarah Baru Tenis Dunia: Novak Djokovic Tembus 400 Kemenangan Grand Slam
-
Debut Manis Novak Djokovic di Athena, Alejandro Tabilo Tak Berkutik
-
Serbia Pastikan Novak Djokovic akan Bermain di Olimpiade 2024 Paris
-
Jannik Sinner Ambil Alih Peringkat 1 Dunia ATP dari Novak Djokovic
-
Novak Djokovic Raih Penghargaan Olahragawan Terbaik Dunia
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan