Suara.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia Nur Sultan mengimbau warga Indonesia yang tengah berada di Kazakhstan untuk berhati-hati serta waspada.
Peringatan tersebut diterbitkan setelah kerusuhan meluas di banyak wilayah Kazakhstan dalam waktu beberapa hari terakhir.
"Sejak diumumkannya situasi state of emergency oleh Presiden Kazakhstan, dengan hormat, disampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah Kazakhstan untuk selalu waspada dan berhati-hati," tulis Dubes RI Fadjroel Rachman dalam surat imbauan yang didapat wartawan, Jumat (7/1/2022).
Dalam keterangan tertulisnya, KBRI di Kazakhstan meminta WNI untuk menjauhi kerumunan. WNI juga diminta untuk tidak berpergian ke luar negeri.
"Menjauhi kerumunan. Tidak berpergian ke luar negeri kecuali untuk hal-hal yang penting," tulis Fadjroel.
Selain itu, KBRI Kazakhstan meminta WNI mematuhi aturan yang dikeluarkan pemerintah Kazakhstan dan tidak ikut dalam aksi unjuk rasa di wilayah setempat.
"Mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat, menjaga ketertiban dan tidak ikut dalam aksi-aksi massa yang dilakukan wilayah setempat," ucap dia.
WNI juga dilarang memberikan komentar yang bersifat politik terkait situasi di Kazakhstan.
"Tidak memberikan komentar yang bersifat publik terhadap perkembangan situasi dalam negeri Kazakhstan," tulisnya.
Baca Juga: Kazakhstan Memanas, KBRI Minta WNI Tidak Bepergian ke Luar Rumah
KBRI Kazakhstan juga meminta WNI untuk terus berkomunikasi dengan sesama WNI dan KBRI Kazakhstan.
"Saling berkomunikasi dengan sesama WNI yang berada di kota atau wilayah masing-masing. Berkomunikasi dengan KBRI melalui grup WNI maupun jalur jalur komunikasi yang memungkinkan untuk memberi update kondisi masing-masing dan melaporkan hal-hal yang penting diketahui bersama," kata Fadjroel.
Melalu surat imbauan, mantan Juru Bicara Presiden itu menuliskan kontak untuk informasi atau bantuan di KBRI.
Adapun alamat KBRI yakni di Sarayshyq 22, Nur-Sultan 020000. Nomor Telepon KBRI (Hari dan jam Kerja) : 8 (7172) 790670. Sementara Hotline KBRI (24 jam, melalui sms, telepon atau WA +7 771 8360245
Sebelumnya, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Almaty, kota terbesar di negara Asia Tengah itu, dan di provinsi Mangistau di bagian barat tempat protes berubah menjadi kekerasan, kata kantornya pada Rabu (5/1/2021) pagi waktu setempat.
"Seruan-seruan untuk menyerang kantor pemerintah dan militer benar-benar ilegal," kata Tokayev dalam pidato lewat video beberapa jam sebelumnya. "Pemerintah tidak akan jatuh, tapi kami ingin saling percaya dan dialog daripada konflik."
Berita Terkait
-
Kazakhstan Memanas, KBRI Minta WNI Tidak Bepergian ke Luar Rumah
-
Kerusuhan Tak Terkendali, Polisi Kazakhstan Bunuh Puluhan Demonstran dalam Semalam
-
Situasai Darurat, WNI di Kazakhstan Diminta Waspada
-
Kenaikan Harga BBM Picu Kerusuhan Kazakhstan: Puluhan Warga Tewas, Internet Dimatikan
-
Dua Maskapai Timur Tengah Batalkan Penerbangan ke Kazakhstan, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional