Suara.com - Sebuah kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh terbakar pada Minggu (9/1/2022). Hal ini membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.
Menyadur Al Jazeera Selasa (11/1/2022) kebakaran yang terjadi di jaringan kamp distrik perbatasan Cox's Bazar ini merupakan tempat tinggal bagi 850 ribu pengungsi yang lolos dari genosida 2017.
“Sekitar 1.200 rumah hangus terbakar,” kata Kamran Hossain, juru bicara Batalyon Polisi Bersenjata, yang mengepalai keamanan di kamp tersebut, pada Minggu.
Api berasal di Kamp 16 dan menjalar melalui tempat perlindungan yang terbuat dari bambu dan terpal, menyebabkan lebih dari 5.000 orang kehilangan tempat tinggal, katanya.
“Api mulai menyala pada pukul 16:40 dan bisa dikendalikan sekitar pukul 18:30,” katanya kepada kantor berita AFP.
Mohammed Shamsud Douza, pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi, mengatakan pekerja darurat telah mengendalikan api. "Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan," tambahnya.
Pada bulan Maret tahun lalu, 15 orang tewas dan sekitar 50 ribu orang kehilangan tempat tinggal di Bangladesh setelah kebakaran besar menghancurkan rumah-rumah Rohingya di pemukiman pengungsi terbesar di dunia.
Kobaran api lain mengoyak pusat perawatan COVID-19 untuk pengungsi di kamp pengungsian lain di distrik itu Minggu lalu, tidak menimbulkan korban jiwa.
Bangladesh menerima pengungsi yang melarikan diri melintasi perbatasan dari Myanmar, tapi hanya sedikit yang berhasil menemukan rumah permanen bagi mereka.
Baca Juga: 120 Pengungsi Rohingya Dievakuasi dari Laut ke Daratan Aceh
Selama bertahun-tahun, pengungsi Rohingya dari Myanmar berlayar ke Malaysia, Thailand, dan Indonesia untuk mencari perlindungan.
Bulan lalu, Indonesia mengizinkan sebuah kapal terdampar yang penuh dengan pengungsi Rohingya untuk berlabuh setelah ada seruan dari organisasi bantuan yang mengizinkan kapal tersebut mencari perlindungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam