Suara.com - Dua mantan petugas LAPD kehilangan kesempatan banding untuk kembali bekerja sebagai polisi setelah dipecat tahun 2017 karena main Pokemon Go saat bekerja.
Menyadur New York Post Rabu (12/1/2022) kasus ini terungkap melalui dokumen pengadilan yang diterbitkan Jumat oleh negara bagian California.
Peristiwa ini terjadi 15 April 2015, saat mantan polisi LAPD Louis Lozano dan Eric Mitchell sedang patroli. Mereka menerima permintaan bantuan atasan saat terjadi perampokan aktif di Macy's di Crenshaw Mall.
Keduanya mengabaikan panggilan itu karena sedang main "Pokémon Go," sebuah game augmented reality mengejar makhluk anime virtual melalui dunia nyata.
Kelalaian tugas mereka dilaporkan dua kali lipat karena itu adalah hari Sabtu yang sibuk dengan banyak panggilan daripada mobil polisi yang tersedia untuk ditanggapi.
Mereka mengeklaim berada di area yang bising dan tidak dapat mendengar radio. Komandannya curiga lalu memeriksa dasbor dan menemukan mereka sengaja mengabaikan permintaan cadangan meskipun ada di dekat TKP.
20 menit berikutnya, “[sistem video dalam mobil] menangkap dua polisi ini mendiskusikan Pokemon Go saat berkendara ke lokasi berbeda di mana makhluk virtual itu muncul di ponsel mereka.”
"Ah, persetan," ujar Lozano menanggapi panggilan radio, sementara lima menit kemudian, rekannya melaporkan "Snorlax" - "Pokemon tidur" yang sangat langka - muncul di 46th and Leimert.
Mereka akhirnya "menangkap" tambang imajiner mereka, di mana Mitchell berseru "omong kosong, akhirnya orang-orang akan sangat cemburu."
Baca Juga: Masih Work! Cepat Klaim Kode Redeem Pokemon Go November 2021
Perburuan tidak berakhir di situ, karena mereka pergi untuk mengambil "Togetic" — "Pokemon kebahagiaan" dengan sayap putih, kata pengaduan itu.
Pengawas menghadapi duo pemalas untuk Snorlaxing di tempat kerja, di mana mereka mengeklaim hanya ngobrol tentang Pokémon Go, tidak memainkannya. Aparat penegak hukum tetap dipecat dari LAPD setelah suara bulat.
Lozano dan Mitchell kemudian mengajukan banding atas dasar bahwa rekaman dashcam tidak dimaksudkan untuk memantau "percakapan pribadi," tapi ditolak hakim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sempat Diwarnai Semprotan Merica, Warga Pukul Mundur Massa Aksi di Simpang Gramedia Jogja
-
Xiaomi 18 Fold Siap Mengguncang Pasar HP Lipat: Bawa XRING O3, Layar Lebar, dan Baterai 6.000 mAh
-
Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok
-
7 Cara Memakai Sunscreen untuk Pria Brewok agar Krim Tidak Menyangkut di Bulu Wajah
-
HGII Tegaskan Komitmen Menuju Pasar Modal Hijau, Kapasitas Energi Ditargetkan 100 MW pada 2031
-
Emiten POLI Incar Bisnis Hotel Kelas Menengah
-
Makin Viral Jelang 9.9! Kolaborasi Shopee bersama Naykilla & Tenxi Ramai Dibicarakan Netizen
-
Setengah Abad Semrawut, 614 Pedagang di Kramat Jati Kini Dapat Lokasi Baru
-
Demo Berujung Bentrok di Simpang Gramedia Jogja, 6 Mahasiswa Dilarikan ke RS Panti Rapih
-
Setelah Paru-Paru Dunia Dikepung Asap, Kapan Hutan Pulih?