Sementara itu, materi VO dijelaskan oleh Anistya Yustika P. sebagai Creative Multimedia Suara.com. Pada sesi ini, Anis menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan saat membuat VO atau mengisi suara sebuah video. Selain membutuhkan sebuah ruangan yang tenang dan kondusif, membaca dan memahami teks, pelafalan, tempo, intonasi dan penekanan, serta karakterisasai suara sangat menentukan kualitas VO itu sendiri.
Sesi terakhir dari Video Content Creation ditutup oleh penjelasan materi pasca produksi dan proses editing, yang disampaikan oleh Eko Hendra Saputra serta Bayu Yunianto, Video Editor Suara.com. Pada sesi ini, dijelaskan mengenai berbagai hal tentang editing foto, persiapan editing foto, pengenalan tools, offline editing, online editing, dan export video. Selain diberikan pemahaman mengenai teori, para peserta juga dibiarkan berlatih hunting foto untuk pembuatan dan edit video Reels Instagram.
Menuju penutupan pada pertemuan hari kedua program Suara Community Institute, para peserta diberikan penugasan yang terdiri dari empat tema besar, yakni destinasi wisata, kuliner, sosok, dan sosial budaya. Setiap tema besar memiliki banyak kategori yang bisa dipilih oleh peserta melalui undian.
Berbeda dengan dua kegiatan sebelumnya yang diadakan luring, khusus Review dan Revisi berbagai karya yang telah dibuat para peserta akan digelar secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 22 Januari 2022. Final Project, menjadi kegiatan terakhir sekaligus penutup dari program Suara Community Institute yang akan digelar secara luring kembali pada Sabtu, 29 Januari 2022. Pada Final Project, acara akan diisi dengan pembuatan artikel dan video oleh para peserta.
Hal yang paling menarik dari program Suara Community Institute ialah para peserta tidak hanya mendapatkan relasi, sertifikat, dan sebuah doorprize, tetapi juga mendapatkan benefit belajar secara langsung dengan para ahli dari bidang digital journalism dan content creation, baik secara materi maupun pembuatan karya.
Chief Operating Officer PT Arkadia Digital Media, Tbk, Suwarjono, mengatakan, disrupsi media digital dimenangkan oleh media baru dengan pengguna terbanyak mengakses platform media sosial. Sayangnya, pengguna media sosial yang sangat besar ini tidak dibarengi dengan literasi para pengguna.
Menurut Suwarjono, banyak pemilik akun aktif, belakangan sering disebut kreator konten, tetapi tidak memiliki keterampilan teknis dan asal membuat konten langsung publish tanpa cek dan ricek apakah yang dipublish fakta atau hoaks.
Minimnya keterampilan dan literasi media digital inilah, tutur Suwarjono, membuat Suara Community Institute menyelenggarakan workshop dan inkubasi bagi para calon jurnalis dan kreator konten. Peserta mendapatkan pembekalan membuat konten untuk beragam platform.
“Yang berbeda dari workshop ini dengan acara serupa, adalah materi mengikuti perkembangan media kekinian dan peserta akan mengikuti coaching serta inkubasi selama 1 bulan,” kata Suwarjono yang juga Pemimpin Redaksi Suara.com.
Baca Juga: Gaya Ojol saat Antar Penumpang Jadi Sorotan, Publik: Antara Kerja dan Jaga Diri
“Workshop ini juga bagian dari rangkaian Ulang Tahun ke-8 Suara.com #TanpaHentiMemberiArti, sejak berdiri 8 tahun lalu. Kami ingin terus berkontribusi memberi arti kepada publik, baik dalam penyampaian informasi hingga aktivitas online maupun offline,” tutup Suwarjono.
Salah satu peserta pada hari pertama, Ayu, mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta, mengatakan bahwa program inkubasi Suara Community Institute: ‘Digital Journalism & Content Creation’ sangat bermanfaat untuk para penulis pemula, terlebih untuk mahasiswa yang jurusannya tidak ada kaitannya sama sekali dengan kepenulisan atau jurnalistik, tetapi tertarik dengan kedua hal tersebut.
Melalui program ini, Ayu mengaku ada banyak materi dan teknik kepenulisan yang bisa diterapkan untuk karya-karya penulisannya. Mahasiswi jurusan Pendidikan Biologi ini berharap, Suara Community Institute: ‘Digital Journalism & Content Creation’ tidak hanya berhenti pada batch 1, tetapi akan ada batch 2, dan seterusnya.
Kepala Biro Suara Suarajogja.id, Rendy Adrikni Sadikin, mengatakan, Suara Community Institute bertujuan untuk belajar bersama dengan sistem sharing, bukan menggurui. Hal paling penting, imbuhnya, para peserta bisa berjejaring, saling kenal, mendapat jaringan, dan menjadi bagian batch 1 dari program inkubasi Suara Community Institute: ‘Digital Journalism & Content Creation.’
“Semoga apa yang kami sharing dan diskusi di sini, bisa bermanfaat dan menjadi portofolio buat teman-teman peserta. Selama dua minggu ini, teman-teman bisa enjoy, have fun, belajar bareng, berjejaring, dan semangat,” ujar Rendy Adrikni Sadikin, dalam sambutannya di pembukaan acara Suara Community Institute pada Sabtu, 15 Januari 2022.
Oleh karena itu, selain pembekalan pengetahuan dan keterampilan, program inkubasi Suara Community Institute: ‘Digital Journalism & Content Creation’ juga diharapkan mampu menjadi langkah yang tepat untuk mendekatkan diri dengan jaringan komunitas sekaligus wujud kontribusi nyata kepada komunitas di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
Heri Gunawan dan Istri Kompak Mangkir dari Pemeriksaan Kasus CSR BI-OJK, KPK Bakal Panggil Paksa?
-
Potensi Chaos di Depan Mata? Sosiolog UGM Soroti Krisis Kepercayaan pada Negara
-
Bisakah Rumput Laut Menggantikan Plastik? Riset Indonesia Cari Jalan Keluar dari Krisis Sampah
-
Buntut Vonis Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, DPR Respons Desakan Revisi UU Peradilan Militer
-
Ada Demo Mahasiswa, Selain Bundaran HI Hindari 4 Ruas Jalan Ini
-
WALHI Kritik Kenaikan Tarif Transjakarta, Krisis Udara Ibu Kota Bakal Makin Parah
-
Jakarta Siaga Macet Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Hindari Demo Mahasiswa di HI
-
Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor