Suara.com - Polres Metro Jakarta Selatan mengklaim tak menemukan adanya dugaan penganiayaan di balik peristiwa tewasnya tahanan narkoba berinisial FNS. Hal ini diungkapkan berdasar hasil penyelidikan internal.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit menyebut penyelidikan internal salah satunya dilakukan dengan memeriksa kamera CCTV di ruang tahanan.
"Penyelidikan internal CCTV sudah jelas tidak ada kegiatan begitu (penganiayaan)," kata Ridwan kepada wartawan, Rabu (19/1/2022).
Di samping itu, kata Ridwan, pihaknya juga telah memeriksa tiga tahanan lain yang berada di dalam satu sel bersama FNS. Berdasar hasil pemeriksaan dia mengklaim tidak pernah ada tindak penganiayaan terhadap FNS.
"Tahanan di antara mereka dan sampai saat ini tidak ada hal itu. CCTV kami sudah lihat dan tidak ada kegiatan yang disebutkan," katanya.
Adapun, Ridwan menyebut FNS meninggal dunia setelah dirawat di RS Polri. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ridwan menyebut yang bersangkutan menderita penyakit jantung dan HIV.
"Surat pengantar pertama dari RS Polri kan sudah ada itu karena sakit HIV dan jantung," jelas Ridwan.
Kabar tewasnya FNS sebelumnya dikabarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto. Dia menyebut FNS meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Kamis (13/1/2022).
"Memang betul ada tahanan Satresnarkoba yang meninggal di RS Polri karena sakit," ujar Budhi, Sabtu (15/1/2022).
Baca Juga: Tahanan Tewas di Polsek, Kapolda Bentuk Tim Khusus Usut Kasus
Dugaan Penganiayaan
Belakangan, pihak keluarga mengungkap adanya dugaan tindak penganiayaan terhadap FNS.
Pengacara keluarga FNS, Badar menyebut adanya tanda-tanda luka tidak wajar pada tubuh kliennya saat mereka melihat jenazahnya di RS Polri.
"Memang kita lihat ada beberapa bekas luka yang tidak wajar seperti ada bekas kulit terkelupas dan kaki yang menghitam ya di sebelah kiri. Terus ada bagian kuku yang agak terkelupas seperti baru diinjak sesuatu dan ada beberapa bekas luka yang baru mengering," beber Badar.
Menurut Badar, FNS sempat menjalani perawatan di RS Polri pada Rabu (13/1). Pihak RS Polri ketika itu menyebut luka di tubuh korban diduga luka lama yang diperkirakan terjadi tiga hari lalu.
"Secara logika berarti luka-luka itu baru terjadi sebelum korban masuk rumah sakit. Kan di rumah sakit itu dia dua hari dari tanggal 10 Januari. Jadi dia dapat itu di dalam tahanan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Dua Lokasi Sekaligus! Kecelakaan Seret Pembatas Busway, Layanan Transjakarta Terganggu
-
Kalender Akademik 2026 dan Jadwal Libur Lengkap Januari - Juni
-
Donald Trump Bisa 'Dimakzulkan' Gegara Jeffrey Epstein?
-
Cara Mengaktifkan BPJS Kesehatan Mandiri dan Perusahaan yang Tidak Aktif
-
Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan
-
BMKG: Jakarta Barat dan Jakarta Selatan Diprakirakan Hujan Sepanjang Hari
-
Minggu Pagi Berdarah di Jaksel, Polisi Ringkus 6 Pemuda Bersamurai Saat Tawuran di Pancoran
-
Masa Depan Penegakan HAM Indonesia Dinilai Suram, Aktor Lama Masih Bercokol Dalam Kekuasaan
-
Anggota DPR Sebut Pemilihan Adies Kadir sebagai Hakim MK Sesuai Konstitusi
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?