- Tim Advokasi PRT Benhil mengkritik pernyataan penyidik mengenai minimnya indikasi kekerasan fisik dalam kasus PRT di Jakarta.
- Penyidik telah menetapkan dan menahan tiga tersangka yang terdiri dari pihak penyalur serta pemberi kerja tersebut.
- Tim advokasi menekankan pentingnya mempertimbangkan kekerasan psikis dan menghindari pernyataan yang dapat meringankan posisi para tersangka.
Suara.com - Tim Advokasi PRT Benhil melontarkan kritik terhadap pernyataan penyidik yang menyebut belum ditemukan indikasi kekerasan fisik maupun verbal dalam kasus tragis dua pekerja rumah tangga (PRT) di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Pernyataan tersebut dinilai berpotensi mereduksi dugaan kesalahan pelaku di tengah proses hukum yang masih berjalan.
“Saya juga baca beberapa hari yang lalu ya itu dari penyidik menyatakan belum ditemukan indikasi kekerasan fisik maupun verbal. Ya kita berharap statement-statement seperti itu jangan terlontar dari penyidik,” kata Paul Sanjaya selaku Tim Advokasi dari Partai Buruh dalam konferensi pers perkembangan advokasi kasus PRT Benhil, Selasa (12/5/2026).
Paul menegaskan aparat penegak hukum seharusnya berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik, terlebih penyidik telah menetapkan dan menahan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut.
“Penyidik sudah melakukan penahanan kepada tiga orang, dua dari penyalur dan satu dari pemberi kerja. Dengan telah dilakukannya penahanan, penyidik seharusnya telah memiliki dugaan kuat atau alat bukti yang kuat atas unsur dugaan pidananya,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta aparat tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat dianggap meringankan pelaku. Meski hingga kini belum ditemukan adanya kekerasan fisik ataupun verbal, Paul menilai kekerasan psikis juga merupakan bentuk kekerasan serius yang perlu dipertimbangkan dalam proses hukum.
“Harapannya statement-statement penyidik tidak berbau atau tidak bernada mereduksi kesalahan-kesalahan dari pelaku. Walaupun memang sampai saat ini belum ditemukan kekerasan fisik atau verbal, namun kekerasan psikis pun kan nilainya sama sebagai suatu bentuk kekerasan,” pungkas Paul.
Reporter: Dinda Pramesti K
Baca Juga: Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
Berita Terkait
-
Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil
-
Viral, ART Resign Setelah 4 Hari Kerja karena Tak Kuat Kena AC dan Mabuk Naik Mobil
-
ART Pastikan Kenzy Taulany Tak Marah Fotonya Diposting, Erin Cuma Mengada-ada?
-
ART Hanya Bercanda Akui Kenzy Taulany Suaminya: Mana Mungkin, Saya Juga Punya Suami
-
Erin Serang Balik, Sebut ART Posting Foto Kenzy Taulany dan Akui Sebagai Suami
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa