Rekaman tersebut kemudian diterima oleh Kamalle Dabboussy, salah satu sahabat keluarga dari remaja tersebut, yang sekarang melakukan kampanye agar remaja tersebut bisa dipulangkan ke Australia.
"Selama 24 jam terakhir khususnya, keluarganya sangat terkejut dan cemas dengan rekaman yang mereka terima," kata Kamalle.
Tak seorang pun dari keluarga remaja tersebut pernah mengontak langsung dengannya sejak ia ditahan tiga tahun lalu.
"Sebelum pergi, dia masih anak-anak," ujar Kamalle.
Bagaimana dia bisa sampai di Suriah?
Remaja tersebut diketahuii tiba di Suriah di tahun 2015, ketika dia menuju ke daerah kekuasaan IS bersama orang tua dan adik kakaknya.
Saat meninggalkan Australia, usianya baru 11 tahun.
Ibunya dilaporkan masih hidup dan ditahan di sebuah kamp bernama Roj, meski keduanya dilaporkan tidak pernah melakukan kontak.
Menyusul jatuhnya Baghouz, daerah terakhir yang dikuasai IS, di tahun 2019, dia dan ibunya dipindahkan ke sebuah kamp di Suriah sebelum akhirnya dipisahkan dan remaja tersebut dibawa ke penjara.
Sejak itu dia ditahan di sana.
Baca Juga: Serangan Udara Israel Bombardir Pelabuhan Latakia di Suriah
Di dalam penjara, kondisi dilaporkan buruk. Layanan kesehatan tidak memadai dan kondisi kesehatan mental para tahanan terus menurun, kata seorang pekerja kemanusiaan yang mengunjungi tempat tersebut tahun lalu.
Paling sedikit 40 anak-anak yang merupakan warga Australia berada dalam tahanan di berbagai kamp di Suriah menurut organisasi Save the Children.
"Yang kita ketahui adalah ada sejumlah besar perempuan dan anak-anak Australia yang terjebak dalam konflik dengan IS yang berakhir di tahun 2019," kata Mat Tinkler, Direktur Eksekutif Save the Children.
"Banyak pria dari anggota keluarga perempuan dan anak-anak ini mungkin tewas dalam konflik atau sedang ditahan."
Mat mengatakan organisasinya sudah beberapa kali menyerukan kepada Pemerintah Australia untuk membantu memulangkan anak-anak Australia yang dipenjara di Suriah sehingga bisa kembali ke keluarga mereka.
"Tetapi seruan kami tidak mendapat reaksi apa pun dan Pemerintah Australia menolak mengambil tindakan dalam beberapa tahun terakhir," katanya.
Kamalle juga mengatakan Pemerintah Australia mengambil waktu yang terlalu lama untuk mengambil tindakan.
"Mereka tahu dengan keadaan ini, namun memilih untuk tidak mau melakukan apa pun," katanya.
ABC sudah menghubungi Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) untuk memberikan tanggapan soal laporan ini.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Berita Terkait
-
Wuling Aira ev Bertema Toy Story Curi Perhatian di GIIAS 2026
-
Bea Cukai Pamer Kawasan Berikat Serap 20 Ribu Tenaga Kerja, Setoran Pajak Tembus Rp 21,41 T
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular