Suara.com - PDIP akan menggelar kegiatan sportainment Banteng Ride and Night Run sekitar Maret 2022. Kegiatan tersebut dilakukan masih dalam rangka HUT PDIP untuk mengampanyekan berolahraga sepeda dan lari sekaligus juga bertujuan aksi sosial.
"Agenda ini sebagai ucapan syukur 49 tahun perjalanan PDI Perjuangan ikut membangun bangsa dan negara. Sekaligus mendukung pemerintah membangun karakter bangsa dan kesehatan jiwa raga manusia Indonesia, serta melawan Pandemi Covid-19. Apalagi sekarang kita dihadapkan dengan varian Omicron," kata Wakil Ketua Panitia HUT PDIP Pulung Agustanto kepada pers di Kantor DPP PDIP, Menteng, Kamis (27/1/2022).
Pulung menjelaskan, acara sepeda akan dibagi menjadi tiga kelompok, 25 km pertama, 50 km kedua, dan ketiga 100 km. Untuk 100 km pertama akan dilaksanakan pada pukul 05.30, 50 km pada pukul 06.30, dan 25 km pada 07.30.
Setelah acara sepeda tersebut, dilanjutkan pada sorenya lari mengelilingi GBK dengan kelompok 5 km, 10 km, dan 15 km hingga malam hari. Lokasi pelaksanaannya akan digelar di GBK, Jakarta.
Pulung mengatakan, uang pendaftaran senilai Rp 100 ribu akan didonasikan untuk membeli seribu sepeda kepada guru-guru dan seribu sepatu kepada siswa di daerah tertinggal.
Agenda Banteng Ride dan Night Run 2022 akan dilaksanakan di enam kota, yakni GBK di Jakarta, Borobudur di DIY, Danau Toba di Sumatera Utara, Kupang serta Labuan Bajo di NTT dan Mandalika di NTB.
Sediannya acara tersebut akan digelar pada waktu dekat ini hanya saja kegiatan tersebut harus ditunda lantaran kasus covid Omicron merebak.
"Kami tahu pemerintahan Presiden Jokowi itu memajemen dengan baik terkait dengan kehadiran varian Omicron. Lalu kami lihat di DKI, luar biasa kenaikannya melebihi eksponensial sehingga dalam konteks itu kami waspada semua," kata Sekjen PDIP Hasto di tempat yang sama.
Meski demikian, Hasto menerangkan panitia pelaksana di bawah Wakil Panitia HUT PDIP Pulung Agustanto tetap mempersiapkan detail dan teknis acara. Ketika kasus Covid-19 sudah melandai, maka acara langsung bisa dilaksanakan.
Baca Juga: Pernah jadi Gubernur Jakarta, PDIP Sebut Ahok Penuhi Syarat jadi Pimpinan Ibu Kota Baru Nusantara
Hasto juga menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah dan jajaran partai yang berada di DPR RI untuk mendapatkan data mengenai guru dan siswa di daerah terbelakang. PDIP, kata Hasto, menginginkan penyaluran ribuan sepeda dan sepatu itu tepat sasaran dan tepat guna.
"Karena pemerintahan Pak Jokowi ini, kan, membangun berbasis data. Jadi data guru-guru di daerah terpencil, mencerdaskan kehidupan bangsa, itu sudah punya datanya di situ. Nanti akan ada pengundian secara random sampling dari daftar guru-guru yang bertugas di daerah daerah terpencil," jelas Hasto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar