News / Internasional
Rabu, 02 Februari 2022 | 07:51 WIB
DW

Suara.com - Kunjungan bersejarah Presiden Israel ke Uni Emirat Arab punya latar belakang yang kuat: hubungan ekonomi dan kerja sama teknologi yang sangat menjanjikan bagi kedua negara.

Kunjungan simbolis itu menandai pertama kalinya seorang presiden Israel mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA). Gambar-gambar bendera Israel yang dikibarkan di sepanjang jalan-jalan di UEA mengisyaratkan ambisi kedua negara untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan menjadi pemain menentukan dan diperhitungkan di kawasannya.

"Kami berada di sini bersama-sama untuk menemukan cara dan sarana untuk membawa keamanan penuh bagi orang-orang yang mencari perdamaian di wilayah kami," kata presiden Israel Isaac Herzog ketika disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Kawasan Timur Tengah saat ini sedang menghadapi persaingan geopolitik dan terobosan-terobosan diplomatik yang menentukan.

Kedatangan Presiden Israel Isaac Herzog disambut dengan serangan rudal gerakan Houthi di Yaman, yang didukung Iran.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan, sistem pertahanan mereka berhasil mencegat dan menghancurkan rudal-rudal tersebut.

UEA memang bergabung dengan koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi gerakan Houthi di Yaman, konflik yang masih berkecamuk hingga saat ini.

Sekitar 16 bulan lalu, menteri luar negeri UEA dan Bahrain, bersama Perdana Menteri Israel saat itu Benjamin Netanyahu, menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik yang dikenal sebagai

"Kesepakatan Abraham/Ibrahim". Peningkatan perdagangan dan kunjungan wisata Pendorong utama normalisasi hubungan ini adalah ambisi kedua negara untuk meningkatkan ekonomi dan pembangunan.

Baca Juga: Uni Emirat Arab Tangkal Rudal Houthi Saat Kunjungan Presiden Israel

"Kedua negara memiliki produk domestik bruto (PDB) sekitar USD 400 miliar, dan populasi mereka yang relatif kecil menikmati standar hidup yang tinggi," tulis perusahaan asuransi kredit perdagangan Atradius dalam rilisnya.

"Dalam waktu singkat sejak kesepakatan diumumkan, volume perdagangan di antara kami telah mencapai nilai 1 miliar Shekel Israel (sekitar USD 315 juta), lebih dari 120 perjanjian telah ditandatangani," kata Isaac Herzog ketika berbicara di paviliun Israel di Dubai 2020 Expo.

Selama di Dubai, Herzog juga menekankan, "Israel dan Emirat belajar bersama-sama dan belajar budaya dan bahasa satu sama lain."

Sejak 2020, Biro Pusat Statistik Israel mencatat kenaikan lebih dari 30% untuk impor dan ekspor barang, belum termasuk berlian, dari dan ke Uni Emirat Arab.

Sekitar 250.000 warga Israel telah mengunjungi Uni Emirat Arab sebelum pandemi. "Kami memperkirakan banyak warga Emirat yang bepergian ke Israel setelah COVID," kata presiden Isaac Herzog.

Dia menambahkan, kedua negara membentuk dana riset dan pengembangan dengan dana jutaan dolar.

Load More