Suara.com - Cerita wanita yang dipaksa karantina setelah mendapatkan hasil positif Covid-19 menjadi viral. Ia dipaksa melakukan karantina di Hotel Asrama Haji Surabaya padahal bisa isolasi mandiri atau isoman.
Kisah ini dibagikan oleh akun Twitter sang wanita, yakni @/awimmin_dory. Suara.com telah mendapatkan izin untuk menulis mengenai kasus fasilitas karantina tersebut yang menjadi perhatian publik.
"Twitter please do your magic, sedih banget dipaksa karantina di fasilitas yang gak jelas, gak higienis dan alur tidak clear. @KemenkesRI @AdamPrabata @dr_koko28 @tirta_cipeng," tulis cewek ini seperti dikutip Suara.com, Rabu (2/2/2022).
Awalnya, wanita ini melakukan perjalanan bisnis dari Cilegon ke Mojokerto menggunakan pesawat terbang. Ia kemudian mendapatkan hasil PCR negatif saat terbang ke Surabaya.
Keesokan dirinya wanita ini merasa tidak enak badan. Ia langsung berinisiatif memeriksakan diri dan menjalani PCR. Hasilnya, ia dinyatakan positif Covid-19.
Karena tidak ada gejala, wanita ini memutuskan menjalani isolasi mandiri di rumah. Ia juga sudah melakukan konsultasi melalui Halodoc untuk isoman di rumah bersama keluarga.
"Jadi jumat pagi aku PCR di RS, sore langsung keluar hasilnya positif. Karena gak ada gejala, aku putuskan isoman di rumah. Bapak ibu di lantai bawah, aku lantai atas. Kondisi sudah lengkap alat dan fasilitas terpisah. Udah konsul Halodoc juga, dah tidur nyenyaklah Jumat malem."
Tiba-tiba, wanita ini dikontak pihak Puskesmas untuk melakukan PCR ulang di pagi hari. Ia pun syok saat melihat polisi, Satgas Covid, sampai sejumlah orang sudah menunggu keluarganya di Puskesmas.
"Sabtu pagi dikontak Puskesmas, disuruh ke Puskesmas sama bapak ibuk juga untuk di PCR lagi. Pas kesana, tiba-tiba ada polisi, satgas covid, sama orang gak jelas sapa, njemput aku buat ke Hotel Asrama Haji (HAH). Trus difoto-fotoin, direkam-rekam, lapo see wong-wong iki?"
Baca Juga: Imlek: Jutaan Warga China Gagal Mudik 3 Tahun Berturut-turut Akibat Covid
Mereka kemudian memaksa membawa wanita ini untuk karantina di Hotel Asrama Haji (HAH). Sang wanita sendiri awalnya menolak karena merasa sudah aman menjalani isoman di rumah. Terlebih, ia juga memiliki peralatan lengkap dan semua fasilitas sudah dipisah dari anggota keluarga.
"Aku jelaskan kalau aku gak ada gejala apa, sudah sehat badannya, tinggal isoman aja di rumah. Mereka gak terima alasan apapun. Aku bilang fasilitas di rumah udah terpisah semua, mereka gak peduli. Tetapi wajib di HAH. Aneh banget maksa? Padahal di peraturan Kemenkes boleh isoman."
"Mereka bilang kalau ada perwalinya. Katanya di sana dipantau terus. Aku bilang lah, lho aku alat-alat di rumah lengkap. Ada oxymeter, ada termometer, ada alat tensi, bisa cek. Samperin aja tiap hari aku ke rumah, aku gak bakal kabur kemana-mana."
Namun, pihak Puskesmas tetap memaksa dan menyebut ada hukumnya untuk karantina di HAH. Tak sampai di situ, wanita ini bahkan sampai dijemput pakai mobil bak Satpol PP di depan rumahnya seperti kriminal.
"Katanya gak bisa. wajib hukumnya ke HAH. Kalau enggak bakal dijemput paksa. Aku tetap ngotot, saya punya rumah kosong, saya isoman di sana aja lah, tetep gak boleh. Ngotot banget orangnya, gak mau kompromi. Aku bilang, dahlah pulang dulu aja saya, nanti hubungi lagi aja."
"Sampai rumah, pak RT dateng dong. Kayak dah dicegat gitu. Yaweslah mau gak mau siap-siap packing, jaga-jaga kalau diculik. Eh beneran akhirnya dijemput sama buanyaaaak orang. Kok lucu malah berkumpul rame-rame. Dijemputnya pakai mobil bak satpol PP."
Berita Terkait
-
Imlek: Jutaan Warga China Gagal Mudik 3 Tahun Berturut-turut Akibat Covid
-
Viral Surat Vaksinasi Dipakai Bungkus Gorengan, Dinkes Cimahi Khawatirkan Hal Ini
-
Ngeri! WHO Ingatkan Bahaya Limbah Medis Bagi Kesehatan Manusia dan Lingkungan
-
Warga Bengkulu Terpapar Virus COVID-19 Omicron, Tertular saat Perjalanan
-
Tiga Orang di Sulawesi Utara Jadi Tersangka Korupsi Penanganan Dampak Covid-19, Negara Rugi Rp61 Miliar
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum
-
Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz
-
Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa