News / Nasional
Rabu, 02 Februari 2022 | 17:53 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat angka kasus positif Covid-19 meningkat 40 kali lipat hanya dalam sepekan akibat lonjakan varian Omicron.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito membeberkan angka kasus positif naik dari 14.729 orang menjadi 56.807 orang, atau bertambah sebanyak 42.708 orang dari pekan lalu.

"Jumlah ini meningkat 40 kali lipat dibanding dengan awal Januari, bahkan jika dilihat dari kasus positif harian maka per tanggal 1 Februari kematin kasus harian telah mencapai 16 ribu kasus, lebih tinggi dari gelombang pertama pada Desember 2020 lalu," kata Wiku dalam jumpa pers, Rabu (2/2/2022).

Hal ini mengakibatkan positivity rate atau laju penularan juga meningkat jadi 6 persen atau di atas standar aman WHO yakni 5 persen.

"Sebelumnya positivity rate harian kita sempat konsisten di angka 0-2 persen, tentunya kenaikan ini sudah menjadi peringatan bagi kita semua," tegasnya.

Selain itu, Satgas juga mencatat data kasus positif harian juga meningkat 58 kali lipat, angka kematian harian meningkat 14 kali lipat, dan angka kesembuhan harian meningkat 20 kali lipat dalam sebulan terakhir.

"Kabar baiknya, peningkatan kasus positif yang sangat tinggi tidak diikuti oleh peningkatan kematian yang sama tingginya, meskipun kematian meningkat 14 kali lipat namun jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan kematian pada gelombang pertama pada akhir 2020 lalu," tutup Wiku.

Hari ini, kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 17.895 orang, sehingga total kasus mencapai 4.357.286 orang.

Dari jumlah itu, ada tambahan 25 orang meninggal sehingga total menjadi 144.373 jiwa meninggal dunia.

Baca Juga: Positif Covid-19 Indonesia Meroket 17.895 Orang, 25 Jiwa Meninggal Dunia

Kemudian, ada tambahan 5.110 orang yang sembuh sehingga total menjadi 4.148.804 orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara kasus aktif atau orang yang masih dirawat naik 12.760 menjadi 94.109 orang, dengan jumlah suspek mencapai 12.482 orang.

Load More