Suara.com - Hasil survei lembaga riset Political Weather Station (PWS) menyebutkan ada 10 menteri atau pejabat setingkat menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jilid II yang dinilai publik memiliki kinerja yang baik.
Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, nama Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dinilai sebagai menteri yang memiliki kinerja baik.
"Mereka diantaranya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri BUMN Erick Thohir hingga Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko," ujar peneliti senior PWS Mohammad Tidzi dalam dalam zoom meeting pada Jumat (4/2/2022).
Adapun sepuluh menteri dan pejabat menteri dengan kinerja cukup baik tersebut merupakan kesimpulan dari hasil survei nasional PWS yang dilakukan pada 13 hingga 23 Januari 2022 di 34 provinsi di seluruh Indonesia.
Tidzi menjelaskan, ketika kepada responden ditanyakan terkait kinerja paling baik dari sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Jokowi Jilid II, sebanyak 15,1% responden menyebut nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
"Lalu sebanyak 14,5% menyebut nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, 13,5% menyebut nama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, kemudian 11,1% menyebut nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Setelah itu, nama Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Sosial Tri Rismaharini masing-masing dipilih oleh 7,8% responden," ucapnya.
Selanjutnya muncul nama Panglima TNI Andika Perkasa yang dinilai oleh 5,6% responden sebagai pejabat setingkat menteri yang berkinerja paling baik, disusul nama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimulyono masing-masing oleh 4,5% responden.
"Nama pejabat negara setingkat menteri yang juga dipersepsikan publik berkinerja baik adalah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko. Sebanyak 4,3% responden menyatakan bahwa KSP Moeldoko adalah pejabat setingkat menteri yang berkinerja paling baik," jelas Tidzi.
"Setelah itu ada nama-nama seperti Mendagri Tito Karnavian, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menpora Zainudin Amali, meskipun tidak terlalu signifikan persentasenya," lanjutnya.
Baca Juga: Tak Bisa Dinego Lagi, Bagi Gerindra Prabowo Capres Sudah Harga Mati, Mengapa?
Selain kinerja para menteri, PWS juga meneliti mengenai tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. "Hasilnya, mayoritas publik (67,8%) mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, hanya 23,5% yang mengaku kurang atau tidak puas dan 8,7% menjawab tidak tahu," pungkasnya.
Diketahui, jumlah sampel dalam survei PWS kali ini sebesar 1.421 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplik-an secara rambang berjenjang (multi-stage random sampling).
Batas kesalahan (margin of error) +/- 2,6% dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95%. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden dengan bantuan aplikasi google form.
Peringkat Kinerja Menteri - Setingkat Menteri Terbaik Menurut Persepsi Publik:
Prabowo Subianto 15,1%
Sandiaga Uno 14,5%
Berita Terkait
-
Sosok Menteri Ini Bisa jadi Pilihan Jokowi untuk Pimpin IKN Selain Ahok
-
Profil Bahlil Lahadalia yang Menjadi Menteri ESDM Ad Interim
-
Momen Bobby Nasution Tundukkan Kepala Antar Jokowi, Warganet: Kang Pisang Merana Lihat Foto Ini
-
Sempat Berkali-kali Gagal jadi Presiden, Prabowo Disebut Punya Peluang Moncer di Pilpres 2024
-
Tak Bisa Dinego Lagi, Bagi Gerindra Prabowo Capres Sudah Harga Mati, Mengapa?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti
-
Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah
-
Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan
-
Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan
-
Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji
-
22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa
-
Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!
-
Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia
-
Rekrutmen Nasional 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Resmi Dibuka, Ini Syaratnya
-
Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal