Suara.com - Wakil Ketua MPR RI farksi Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan bahwa isu amandemen yang berkembang di MPR RI hanya soal Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).
Menurutnya tidak ada isu lain yang berkembang termasuk isu mengubah masa jabatan presiden jadi tiga periode.
"Saya perlu beri pencerahan tentang amandemen UUD 1945 bahwa MPR sebagai pemegang kedaulatan amandemen dan melakukan pendekatan UUD 1945 sesuai dengan pasal 2 di UUD 45 itu adalah kewenangan dari pada MPR nah yang berkembang isu di MPR sebenarnya hanya 1 yaitu mengenai Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang disebut sekarang Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN)," kata Syarief dalam diskusi bertajuk 'Amandemen Konstitusi Jabatan Presiden 3 Periode: Aturan, Tahapan & Urgensinya, Rabu (9/2/2022).
Namun, kata dia, satu isu soal pembahasan menghadirkan kembali GBHN juga masih dalam tahap sebatas kajian. Sementara memang soal isu-isu lain banyak juga dikemukan, tapi hanya sebatas pandangan dari berbagai kalangan.
"Nah sementara isu-isu yang lain yaitu adalah pandangan-pandangan pengamat, pandang-pandangan dari stake holder maupun pandangan politisi ada yant menginginkan masa jabatan presiden ditambah lagi ada yang menginginkan supaya periodesasi bukan 5 tahun tapi 8 tahun," tuturnya.
"Ada yang menginginkan bukan tetapi yang diinginkan juga bagaimana agar DPD itu juga statusnya meningkat levelnya meningkat bukan hanya sebagai senator seprrti sekarang tapi levelnya diangkat seperti MPR," sambungnya.
Meski demikian, Syarief menyebut tak tertutup kemungkinan isu-isu lain termasuk isu permintaan mengubah masa jabatan presiden bisa saja muncul dan menjadi kotak pandora.
"Nah ini situasi politik yang berkembang di partai politik masing-masing, bisa saja di rapat paripurna tiga periode itu bisa hidup isu tentang fungsi DPD juga bisa hidup kemudian isu-isu lain juga bisa hidup, artinya MPR bisa jadi lembaga tertinggi negara kalau sekarang ini kan sama lembaga tinggi negara saja sama seperti presiden," tuturnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Jokpro 2024, Timoty Ivan Triyono, untuk pengusungan Jokowi kembali maju sebagai capres maka perlu mengamandemen UUD 1945 soal aturan batas jabatan presiden yang hanya 2 periode. Ia mengatakan, amandemen sangat mungkin dilakukan.
Baca Juga: Akademisi Muhammadiyah se-Indonesia Tolak Gagasan GBHN dan Amandemen Terbatas, Ini Alasannya
"Amandemen apakah sangat mungkin dilakukan? Iya. Tadi yang sudah saya sampaikan di awal Indonesia pernah berganti konstitusi, amandemen pernah dilakukan 4 kali terhadap UUD 45, lalu amandemen dimungkinkan bahkan diatur tata caranya dengan jelas dalam UUD 45 di pasal 37. Syarat-syaratnya dapat dilihat dan dihitung dengan jelas. jadi apakah amandemen UUD 1945 sangat mungkin, sangat mungkin," tuturnya.
Berita Terkait
-
Bamsoet Ingin Pemuda Pancasila Ikut Pindah Kantor ke Ibu Kota Baru
-
TAP MPR IKN Baru Segera Dibuat, Bambang Soesatyo Sebut Pengawalan Hingga 50 ke Depan akan Terjamin
-
Akademisi Muhammadiyah se-Indonesia Tolak Gagasan GBHN dan Amandemen Terbatas, Ini Alasannya
-
Jokowi Minta RUU TPKS Disahkan, HNW: Jangan Tanggung-Tanggung Atasi Kejahatan Seksual
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion
-
Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan
-
OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa
-
Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita