Suara.com - Sudah dengar kasus pembunuhan Mona Heydari yang kepalanya dipenggal dan ditenteng keliling kota oleh suaminya di Iran? Berita ini menjadi perbincangan sosial media Iran dan media massa di seluruh dunia. Sang suami berdalih melakukan pembunuhan tersebut atas dasar honor killing. Apa itu honor killing?
Melansir dari laman Metro.co.uk, suami dari Mona, Sajjad Heydari kerap memperlakukan Mona, istrinya, dengan kasar sejak menikah. Awalnya Mona bertahan karena memiliki anak yang berusia baru tiga tahun namun akhirnya ia meminta cerai. Dari sinilah semua berakhir menjadi mengerikan, Mona dibunuh oleh Sajjad Heydari. Hasil investigasi menyebut, pembunuhan itu dilakukan dengan dalih honor killing. Lantas, apa itu honor killing?
Dalih pembunuhan honor killing
Dalih pembunuhan honor killing artinya pembunuhan demi martabat. Secara luas, dapat diartikan sebagai melakukan pembunuhan terhadap anggota keluarga yang dianggap melakukan perbuatan memalukan. Honor Killing kerap terjadi di Iran.
Berdasarkan surat kabar harian Sharq, surat kabar harian lokal Iran, menyebutkan bahwa setiap tahun terjadi pembunuhan dengan dalih honor killing rata-rata sebanyak 375-450 kali pembunuhan.
Berdasarkan keterangan surat kabar yang sama, ahli kriminal menyatakan bahwa pembunuhan dengan dalih honor killing terjadi karena rasa kebencian para pria terhadap wanita. Budaya patriarki yang dilembagakan dalam hukum masyarakat juga meningkatkan fenomena ini.
Apa itu honor killing: Makna, Definisi, Hukum
Sekali lagi harus dipahami arti dari apa itu honor killing dulu, ya. Honor killing atau pembunuhan demi kehormatan adalah pembunuhan seorang anggota keluarga oleh anggota lain karena diyakini bahwa korban telah membawa rasa malu atau tidak hormat pada keluarga atau komunitas tempat dia berada.
Sebagai tambahan informasi, dilansir dari hindiscitech.com, pembunuhan demi kehormatan alias honor killing adalah salah satu jenis kejahatan budaya yang ada di dunia. Kejahatan budaya pada dasarnya adalah kejahatan yang berusaha terjadi dalam konteks budaya.
Baca Juga: Cerita Pilu Mona Heydari, Alami KDRT hingga Tewas Diarak Keliling Kota oleh Suami
Siapa yang biasanya melakukan pembunuhan?
Pembunuhan demi kehormatan biasanya dilakukan oleh anggota keluarga laki-laki terhadap anggota keluarga perempuan, yang dianggap telah membawa penghinaan pada keluarga. Namun pria juga bisa menjadi korban pembunuhan demi kehormatan. Istilah 'pembunuhan demi kehormatan' ini berlaku untuk pria dan wanita dalam budaya yang mempraktikkannya.
Sifat khas honor killing
Sifat khas pembunuhan demi kehormatan adalah sifat kolektif dari kejahatan yang berarti banyak anggota keluarga besar atau masyarakat merencanakan tindakan bersama dan kemudian melakukan kejahatan. Pembunuhan demi kehormatan sebagian besar ditujukan terhadap perempuan dan anak perempuan.
Menurut statistik, honor killing tidak hanya terjadi di Iran. Honor killing atau pembunuhan demi kehormatan telah dilaporkan terjadi juga di wilayah utara India terutama di negara bagian Punjab, Rajasthan, Haryana dan Uttar Pradesh.
Hal ini lazim pada tingkat keluarga yang lebih rendah di India Selatan dan negara-negara India Barat Maharashtra dan Gujarat. Di Benggala Barat, pembunuhan demi kehormatan benar-benar berhenti sekitar satu abad, karena langkah-langkah aktif yang diambil oleh para reformis. Akankah di Iran akan terjadi penurunan angka pembunuhan berdasarkan motif honor killing ini?
Demikian itu penjelasan singkat apa itu honor killing. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Cerita Pilu Mona Heydari, Alami KDRT hingga Tewas Diarak Keliling Kota oleh Suami
-
Pembunuh Bayaran di Jakarta: Dalang dan Kaki Tangannya Sudah Ditangkap, Motif Belum Terungkap
-
Kehidupan Mona Heydari Sebelum Dipenggal Suaminya Sendiri
-
Masa Pernikahan Penuh KDRT, Mona Heydari Tewas Dipenggal Suami, Wapres Ikut Mengecam
-
Cerita Pilu Mona Heydari, Ibu Muda Iran Tewas Dipenggal Suami Lalu Kepala Diarak Keliling Kota
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo
-
Dari Konten Fungsi Helm ke Teror Digital: Mengapa Petugas Damkar Depok Diincar dan Diintimidasi?
-
Tok! Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Divonis 9 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak
-
Menkeu Purbaya Dapat Gift Paus Saat Live TikTok, KPK: Kalau Ragu Lapor, Ingat Jenderal Hoegeng
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
-
Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat