Suara.com - Seorang perempuan harus super sabar lantaran keinginan ayah mertuanya. Ayah dari suami meminta uang bulanan dengan jumlah besar saat gajinya pas-pasan.
Ayah mertuanya meminta uang bulanan 10 juta padahal sang suami haya bergaji 15 juta sementara istri bergaji 11 juta.
"Tapi mertua saya bersikeras, dia mengatakan bahwa jasa orangtua dalam melahirkan dan membesarkan tidak ada bandingannya, 10 juta sudah cukup baginya," ujar perempuan yang diketahui berasal dari Vietnam, seperti yang dikutip dari eva.vn.
Menurut perempuan tersebut, jika suaminya menolak memberi uang bulanan maka sang ayah tak akan lagi menganggapnya anak.
"Suami saya tidak punya pilihan selain menuruti ayahnya, dan saya tidak ingin bercerai jadi kami harus menanggungnya," imbuhnya.
Memberikan uang bulanan pada sang mertua berlangsung hingga 4 tahun berlalu. Untungnya, gaji perempuan tersebut meningkat jadi 15 VND (mata uang Vietnam).
Setiap bulan sang suami memberikan sebagian besar gajinya untuk sang ayah. Sementara istri hanya diberi sekitar 1 sampai 2 juuta VND.
"Saya kesal tentu saja, tapi setelah dipikir-pikir sebaiknya kita kirimkan ke orangtua agar menjadi contoh baik untuk anak-anak," tambahnya.
Hingga kemudian, pada akhir 2021 sang ayah menderita sakit keras dan sulit untuk sembuh. Sang suami akhirnya cuti untuk merawat ayah yang sakit keras sementara perempuan tersebut akan mengunjungi mertuanya seminggu sekali.
Baca Juga: Pria Berjaket Ojol Curi Sepeda Motor di Sidoarjo, Aksinya Terekam CCTV
Suatu waktu, perempuan tersebut menjenguk mertua yang sudah sangat lemah itu. Saat suami tengah keluar, mertuanya yang renta itu meminta untuk berbicara berdua.
Lalu ia tak menyangka dengan yang diberikan sang ayah mertua saat kondisinya sangat parah.
"Mertua saya mengeluarkan sesuatu dari bawah bantal dan memberikan kepada saya, melihat lebih dekat saya terkejut bahwa ini ada buku merah dari sebidang tanah (sertifikat tanah)," ungkap perempuan tersebut.
Sang mertua ternyata selama ini menyimpan uang yang diberikan putranya selama bertahun-tahun untuk membeli sebidang tanah.
Ia sengaja meminta uang bulanan dengan jumlah besar karena tahu sang putra mudah tertipu oleh temannya karena terlalu baik.
Ayah mertua tersebut menyatakan bahwa sebelum menikah, suaminya pernah tertipu oleh temannya sendiri dan harus terpuruk secara finansial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elit Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Sambut Praja IPDN, Wamendagri Bima Arya Tekankan Fokus Pemulihan Permukiman Warga Aceh Tamiang
-
Sambut HUT PDIP ke-53, Atribut Soekarno Run 2026 Resmi Diluncurkan di GBK
-
Pramono Targetkan Inflasi Jakarta 2026 Jinakkan Angka Nasional
-
Polda Metro Bongkar Jaringan Perdagangan Anak di Jakarta Barat! Empat Balita Berhasil Diselamatkan
-
Timnas Futsal Melaju ke Final Piala Asia 2026, Bahlil Lahadalia: Ah Paten Itu!
-
Benarkah Beras dan Rokok Penentu Garis Kemiskinan Warga Jakarta?
-
Tak Mau Ingkari Putusan Munas Golkar, Bahlil Tegaskan Bakal Dukung Prabowo-Gibran hingga Selesai
-
Waketum PAN Ingin Prabowo Dipasangkan Dengan Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Doa Saja