"Investasi silakan masuk sebesar-besarnya ke Surabaya, tetapi harus bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan warga Surabaya," jelas dia.
Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Eri Cahyadi selalu meminta kepada para investor PMDN maupun PMA, agar mendukung ekonomi kerakyatan.
"Harus menjadi kewajiban dan kepastian dan harus terwujud di tahun 2022," tuturnya.
Sebagai kawasan penting perdagangan dan jasa di wilayah Indonesia Timur, tidak heran jika investasi PMA terbesar Surabaya tercatat pada sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi. Meski dalam situasi pandemi, nyatanya geliat investasi pada sektor tersebut, tumbuh dengan angka positif.
Sejumlah sektor dominan itu pun menjadi unggulan investasi di Kota Surabaya. Apalagi dukungan infrastruktur dan kemudahan perizinan dan pelayanan terpadu yang terintegrasi, membuat investor PMA maupun PMDN semakin terpikat untuk menanamkan modalnya di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati menyebutkan lima sektor unggulan realisasi investasi tertinggi tahun 2021. Pada investasi PMA, nilai realisasi tertinggi tercatat pada sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan nilai Rp2,23 triliun atau 78,16 persen.
"Kemudian pada urutan kedua, realisasi investasi berada pada sektor Perdagangan dan Reparasi dengan nilai Rp0,32 triliun atau 11,29 persen," kata Dewi.
Selanjutnya pada urutan ketiga, kata Dewi, realisasi investasi tertinggi adalah sektor Hotel dan Restoran dengan nilai Rp0,14 triliun atau 4,83 persen. Urutan keempat, adalah sektor Perumahan, Kawasan, Industri dan Perkantoran, dengan nilai realisasi investasi Rp 0,05 triliun atau 1,62 persen.
"Urutan kelima adalah sektor Industri Kimia dan Farmasi, dengan realisasi investasi Rp0,03 triliun atau 1,18 persen," kata dia.
Baca Juga: RTH di Kota Surabaya Capai 22 persen, Eri Cahyadi: Kualitas Udara Terus Meningkat
Sementara pada investasi PMDN, Dewi menyebut, realisasi investasi tertinggi terdapat pada sektor Perumahan, Kawasan, Industri dan Perkantoran dengan nilai Rp14,16 triliun atau 52,14 persen. Lalu, pada urutan kedua ada pada sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi dengan nilai realisasi Rp3,91 triliun atau 14,41 persen. Sedangkan pada urutan ketiga yakni, sektor Hotel dan Restoran dengan realisasi Rp2.13 triliun atau 7,86 persen.
Kemudian pada urutan keempat, realisasi investasi ada pada sektor Kesehatan dengan nilai Rp1,40 triliun atau 5,17 persen. Sedangkan pada urutan kelima, yakni sektor Perdagangan dan Reparasi dengan nilai investasi Rp1,36 triliun atau 5 persen," ujar dia.
"Pada tahun 2022, Dewi memastikan, bahwa Pemkot Surabaya berusaha untuk meningkatkan nilai realisasi investasi di atas capaian tahun 2021 sebesar Rp29,22 triliun. Tentu saja untuk mencapai target itu, pihaknya telah melakukan telaah dan menyiapkan sejumlah. Target investasi di tahun 2022 harus dapat melebihi capaian realisasi pada tahun sebelumnya," tambahnya.
Upaya meningkatkan nilai investasi di Kota Surabaya, salah satunya dilakukan dengan memberikan kemudahan perizinan kepada para investor. Bentuk kemudahan yang diberikan seperti pengurusan perizinan berusaha seluruhnya dilaksanakan secara online melalui system OSS (Online Single Submission) dan SSW (Surabaya Single Window) ALFA.
“Proses secara online tersebut tentunya memudahkan investor untuk memenuhi izin atas usaha yang dilakukan, sementara Pemkot Surabaya terus menggencarkan sosialisasi system tersebut kepada investor dan pelaku usaha," tandasnya. (ADV)
Berita Terkait
-
Perkuat Ikon Kota Pasuruan, Gus Ipul Bangun Payung Madinah di Alun-alun Kota Senilai Rp 30 Miliar
-
Gandeng Kepolisian, Pemprov Jatim Perketat Pengawasan Pupuk Bersubsidi
-
Melihat Para Super Hero Cilik Divaksinasi Covid-19
-
Deretan Pulau di Jawa Timur Ini Wajib Anda Kunjungi, Alamnya Sangat Indah
-
Anak-anak Terinfeksi Varian Omicron di Surabaya Didominasi Usia 5-17 Tahun
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi