"Saya quiet (diam). Ada orang di sana, saya 'Ssssttt'. Maaf, saya tidak tahu mengganggu. Iya tahu banyak. (Saya) maaf banyak," ungkap bule itu.
Mendengar itu, sang pemuda mengangguk kepada sang bule. Ia juga sekali lagi memberikan pengertian mengenai warga sekitar yang kerap menuaikan ibadah salat di masjid.
Menurutnya, warga juga pasti akan memaafkan tindakan bule itu. Namun, ia meminta sang bule untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
"Ya oke siap, tapi jangan menganggu ya. Lain kali jangan menganggu orang salat ya? Ya, kita bisa memaafkan, cuma bapak ingat satu, bapak enggak boleh mengganggu orang. Maksudnya enggak boleh mengikuti orang yang sedang sholat," ucap pemuda itu.
Sang bule yang masih syok itu terus mengangguk sebagai tanda mengerti. Ia juga terdengar sudah ngos-ngosan karena ketakutan dengan reaksi warga.
Video itu sendiri langsung mendapatkan atensi warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, video tersebut sedikitnya telah mendapatkan 420 tanda suka.
Warganet juga membanjiri kolom komentar dengan beragam pujian terhadap sang pemuda. Mereka mengapresiasi aksi pemuda itu yang berani menengahi situasi panas tersebut.
"Alhamdulillah ada mas-mas yang bisa menengahi," ungkap warganet.
"Salut sama mas mas jaket merah, orang baik," puji warganet.
Baca Juga: Viral Video Seorang Jemaah Berbeda Kiblat Saat Salat di Masjid Sagulung
"Kasian juga ya, mungkin karena ketidaktahuannya. Harusnya jangan langsung main pukul, tapi kayak si mas jaket merah dikasih tau baik-baik aja," saran warganet.
"Jangan jadikan main hakim sendiri sebagai budaya atau tradisi guys. Malulah Indonesia kan terkenal dengan orang-orangnya yang santun," komentar warganet.
"Mas baju merah mempunyai kecerderasan yang tinggi," puji lainnya.
Video yang mungkin Anda lewatkan:
Berita Terkait
-
Viral Video Seorang Jemaah Berbeda Kiblat Saat Salat di Masjid Sagulung
-
Mayat yang Ditemukan dengan Kondisi Sudah Membusuk di Cikarang Ternyata Warga Semarang, Ini Ciri-cirinya
-
Video Guru 'Cantik' Perkosa Siswa Hoaks, Komentar Warganet Mau Jadi Korban Tuai Kecaman
-
Doa Keselamatan Dunia Akhirat, Baca Rutin Setiap Setelah Sholat Fardhu
-
Parah! Potret Sirkuit Internasional dengan Kondisi yang Memprihatinkan, Aspal Sampai Ada Lubang Gede
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian