Akses negara Rusia ke pasar, layanan modal, dan keuangan UE Perdagangan dari Luhansk dan Donetsk ke dan dari UE Michel dan von der Leyen menyimpulkan dengan menekankan solidaritas UE dengan Ukraina di saat-saat yang mengerikan bagi keamanan Eropa, atau apa yang disebut oleh pernyataan dua presiden Eropa itu sebagai "tindakan ilegal Rusia."
Sekjen PBB: Pasukan Rusia bukan 'penjaga perdamaian' Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan pada hari Selasa (22/02) bahwa dia "khawatir tentang penyimpangan konsep pemeliharaan perdamaian," menyusul langkah Presiden Rusia Vladimir Putin yang memerintahkan pasukan Rusia ke wilayah Donetsk dan Luhansk sebagai bentuk "penjaga perdamaian."
"Ketika pasukan satu negara memasuki wilayah negara lain tanpa persetujuannya, mereka bukan penjaga perdamaian yang tidak memihak. Mereka sama sekali bukan penjaga perdamaian," kata Guterres kepada wartawan.
Dia menambahkan pengakuan Rusia atas "kemerdekaan" wilayah separatis adalah "pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina."
Blinken batalkan pertemuan dengan Lavrov Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan bahwa Amerika Serikat siap untuk terus menekan Rusia melalui sanksi, jika Moskow terus meningkatkan agresinya terhadap Ukraina.
Pada konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, Blinken mengatakan Rusia telah menunjukkan "penolakan besar-besaran terhadap diplomasi."
Dia juga telah membatalkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang direncanakan pada Kamis (24/02) di Jenewa.
"Kami tidak akan membiarkan Rusia mengklaim kepura-puraan diplomasi pada saat yang sama mempercepat perjalanannya ke jalur konflik dan perang," kata Blinken, sambil menggambarkan tindakan Rusia di Ukraina sebagai "ancaman terbesar bagi Eropa sejak Perang Dunia II."
Blinken juga membiarkan pintu terbuka untuk diplomasi, dengan mengatakan, "Jika pendekatan Moskow berubah, saya tetap siap untuk terlibat."
Baca Juga: Latar Belakang Konflik Ukraina dan Invasi Rusia ke Donbas
Pentagon: Putin masih bisa menghindari perang
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin "masih bisa menghindari perang pilihan yang tragis."
Berbicara dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, Austin mengatakan bahwa Washington akan terus bekerja sama dengan Kiev dan sekutunya "dalam mencoba menemukan cara untuk menghindari konflik lebih lanjut."
"Pesan saya sederhana: Ukraina yang kuat adalah pencegahan terbaik Rusia."
Putin: Perjanjian Minsk 'tidak ada lagi'
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara kepada wartawan setelah anggota parlemen menyetujui pengerahan pasukan Rusia di luar negeri.
Ditanya tentang perjanjian Minsk, Putin mengatakan, "Perjanjian Minsk tidak ada sekarang, kami mengakui DNR dan LNR," katanya, menggunakan singkatan untuk wilayah separatis Donetsk dan Luhansk.
"Perjanjian Minsk dihancurkan jauh sebelum pengakuan kemarin," ucapnya, seraya menyalahkan Ukraina atas pelanggaran gencatan senjata.
Putin juga mencantumkan beberapa tuntutan untuk mengakhiri krisis.
Dia menyerukan pengakuan internasional atas Krimea sebagai bagian dari Rusia, diakhirinya tawaran keanggotaan NATO di Ukraina, dan penghentian pengiriman senjata di sana.
"Solusi terbaik untuk masalah ini adalah jika otoritas Kiev saat ini menolak untuk bergabung dengan NATO dan mempertahankan netralitas," kata Putin.
Dia mengklaim bahwa pencaplokan Semenanjung Krimea Ukraina oleh Rusia pada tahun 2014 harus diakui sebagai cerminan sah dari pilihan penduduk setempat.
Peringatan Sekjen NATO soal serangan Rusia 'skala penuh'
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengulangi peringatan bahwa Rusia sedang merencanakan "invasi lebih lanjut" ke Ukraina.
"Setiap indikasi adalah bahwa Rusia terus merencanakan serangan skala penuh ke Ukraina," kata Stoltenberg dalam konferensi pers.
"Kami melihat semakin banyak pasukan yang bergerak keluar dari kamp dan berada dalam formasi tempur dan siap menyerang," tambahnya.
Stoltenberg menyebut perkembangan terakhir sebagai "eskalasi serius oleh Rusia dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional." "Kami terus menyerukan Rusia untuk mundur ... tidak ada kata terlambat untuk tidak menyerang." ha/pkp (AFP, AP, dpa, Reuters)
Berita Terkait
-
KAI dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Teknologi ATP untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
-
Teknologi Anti-Aging Makin Diminati, Dermalift Usung Advanced Treatments
-
Langkah Strategis Koperasi SMS DPD RI Menjawab Zaman
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara
-
Memori HP Penuh, Kenapa Kita Seolah Merasa Berat Menghapus File Lama?