IOC juga mengeluarkan kecaman
Sementara itu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengatakan 'mengutuk keras pelanggaran Kesepakatan Olimpiade oleh pemerintah Rusia'' hanya beberapa hari setelah penutupan Olimpiade Musim Dingin di Beijing (China).
Kesepakatan tersebut dimaksudkan agar para atlet internasional bisa melakukan perjalanan dengan aman selama Olimpiade dan dalam jangka panjang mempromosikan usaha untuk mencapai perdamaian dunia.
Semula, kesepakatan tersebut dijadwalkan akan berlangsung sampai berakhirnya Paralympics Musim Dingin yang akan dimulai di Beijing 4 Maret.
Komite Paralympic Internasional (IPC) juga mengecam Rusia dan mengatakan sudah mengadakan pembicaraan dengan para pejabat olahraga di Ukraina yang masih berencana mengirimkan atlet ke Beijing yang memerlukan jalur yang aman bagi kepergian mereka.
"Ini adalah situasi yang mengerikan dan kami sangat khawatir dengan keselamatan para atlet paralimpiade dan pengurus mereka dari Ukraina," kata Presiden IPC, Andrew Parsons.
"Prioritas utama kami sekarang ini adalah keamanan dan keselamatan delegasi Ukraina, dan kami terus melakukan kontak."
Nama Rusia, bendera dan lagu kebangsaan tidak boleh dipasang dan diperdengarkan di Paralympic Beijing yang berlangsung dari tanggal 4-13 Maret karena masalah doping sebelumnya.
Vettel memboikot balapan di Rusia, turnamen lain dibatalkan
Di cabang tenis, asosiasi petenis profesional pria mengeluarkan pengumuman bahwa turnamen AFP golongan Challenger yang akan digelar di Moskow pekan depan 'tidak akan berlangsung sesuai rencana' karena masalah 'keselamatan dan ketidakmenentuan perjalanan internasional menyusul meningkatnya situasi antara Rusia dan Ukraina.'
Di cabang bola basket, Barcelona mengatakan timnya tidak akan terbang Rusia untuk melakukan dua pertandingan dengan tim Rusia - Zenit St Petersburg dan CSKA Moscow — yang sedianya dilangsungkan hari Jumat dan hari Minggu sebagai bagian dari Liga Eropa.
Baca Juga: China Menolak Menyebut Serangan Militer Rusia ke Ukraina sebagai Invasi
Di pertandingan rugby, pihak penyelenggara menunda pertandingan Georgia melawan Rusia hari Minggu di Tbilisi dalam Laga Rugby Eropa.
Pertandingan di nomor wanita antara Spanyol dan Rusia hari Sabtu di Madrid tetap dilangsungkan.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) belum mengumumkan mengenai kepastian Rusia yang akan menjadi tuan rumah pertandingan play off semifinal kualifikasi Piala Dunia melawan Polandia tanggal 24 Maret.
Demikian juga dengan hak Rusia menjadi tuan rumah bagi pertandingan play off antara Republik Ceko melawan Swedia untuk memastikan satu tempat ke Piala Dunia di Qatar 2022.
Federasi Sepak Bola Polandia, Ceko, dan Swedia sudah mengirimkan surat ke FIFA yang mengatakan bahwa pertandingan seharusnya dialihkan dari Rusia, dengan alasan 'peningkatan situasi militer' dan 'menurunnya rasa aman' di kawasan.
Balapan Formula 1 mengatakan 'memantau situasi yang bergerak cepat ini dengan sangat saksama' tetapi tidak membuat pernyataan lanjutan apakah balapan GP Rusia di Sochi bulan September akan dibatalkan.
Berita Terkait
-
Disebut Blunder Diplomatik, PB Formula Minta Indonesia Keluar dari BoP
-
Xiaomi 17T Segera Rilis, Cek 5 Rekomendasi HP Xiaomi yang Turun Harga
-
Emas Antam Lebih Mahal Hari Ini, Tembus Rp 3.047.000/Gram
-
Puasa Seharusnya Sederhana, Kenapa Konsumsi Justru Meningkat?
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.887
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Disebut Blunder Diplomatik, PB Formula Minta Indonesia Keluar dari BoP
-
Chappy Hakim: Perang AS-Israel vs Iran Bisa Berhenti Jika 3 Pihak Ini Bergerak
-
Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Hambalang, Bahas Pangan, Energi, dan Idulfitri
-
Polda Metro Jaya Gerebek Pesta Narkoba di Bekasi saat Ramadan, 7 Pemuda Ditangkap
-
China, Rusia dan Perancis Hubungi Iran, Minta Gencatan Senjata Secepatnya
-
Bupati Rejang Lebong Kena OTT KPK, Jadi Operasi Tangkap Tangan Kedelapan Tahun 2026
-
Bareskrim Kejar 2 Anak Buah Ko Erwin yang Masuk DPO, Diburu hingga ke Kalimantan
-
Efek Domino Teheran: Akankah Runtuhnya Iran Mengubah Peta Energi Global Selamanya?
-
Polisi Tangkap 7 Pria dan 2 Wanita Muslim yang Mokel Saat Puasa, Ini Ancaman Hukumannya
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin