Suara.com - Militer Rusia telah melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina dari tiga arah utama.
Sejumlah laporan menyebutkan pasukan Rusia bergerak dari utara menuju Kiev; dari timur melintasi Donetsk, Luhansk, dan Kharkiv; serta dari Krimea di selatan.
Kurang dari 24 jam, Rusia menggempur puluhan target dan pasukannya tumpah ruah ke Ukraina.
Serangan dari udara
Pada Kamis (24/02), sekitar pukul 03.00 GMT, sejumlah ledakan terdengar di banyak kota di Ukraina. Muncul juga laporan bahwa pertahanan udara Ukraina dan infrastruktur militer lainnya diserang.
Para analis mengatakan rangkaian serangan udara tersebut bertujuan melapangkan jalan bagi pergerakan pasukan darat yang memasuki Ukraina.
Target-target yang diincar antara lain berada di Kiev, Kharkiv, Odesa, dan Ivano-Frankivsk.
Serangan dari utara
Dari utara, pasukan Rusia diyakini telah memasuki perbatasan Ukraina pada jalan simpang tiga antara Ukraina, Rusia, dan Belarus, di Senkivka.
Baca juga:
- Mengapa Putin menginvasi Ukraina?
- Rusia invasi Ukraina, lebih 100 meninggal, pasukan mendekati ibu kota Kiev
- Apa itu NATO dan mengapa Putin dan Rusia tidak mempercayainya?
Dalam beberapa pekan terakhir, penempatan pasukan Rusia dalam jumlah besar terjadi dekat Novye Yurkovichi dan Troebortno. Pasukan yang ditempatkan mencakup "seluruh divisi 41 Angkatan Darat", menurut Michael Kofman dari Pusat Analisa Maritim di Amerika Serikat.
Baca Juga: Dampak Krisis Ukraina, Roman Abramovich Dipaksa Lepas Kepemilikan Saham Chelsea?
Kendaraan-kendaraan lapis baja, termasuk tank dan peluncur roket, telah bergerak menuju Chernihiv yang langsung terhubung dengan Kiev.
Dilaporkan telah terjadi pertempuran di pinggir Ibu Kota Kiev, ketika pasukan Ukraina berupaya merebut lagi pangkalan udara Antonov di bagian barat kota.
Pasukan lintas udara Rusia telah merebut pangkalan udara Gostomel, namun Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, berikrar pasukan itu akan dikepung dan dihancurkan.
Serangan rudal juga telah menghantam Kota Brovary, sebelah timur Kiev.
Pasukan Rusia dilaporkan telah merebut bekas kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl.
Serangan dari timur
Dari timur, ada berbagai laporan yang menyebutkan tank-tank Rusia telah tiba di Kharkiv, kota terbesar kedua Ukraina. Beberapa bagian kota telah dihantam artileri.
Dalam waktu semalam ada sejumlah ledakan besar di Donetsk, dan ledakan serupa terdengar dari arah Belgorod—tempat pergerakan pasukan dilaporkan pada Rabu (23/02).
Secara terpisah, kantor berita Interfax melaporkan berbagai klaim dari kubu separatis sokongan Rusia bahwa mereka tela melancarkan serangan ke kota Shchastia yang dikuasai pemerintah Ukraina di Luhansk.
Ada pula pertempuran sengit di sekitar Sumy, dekat Kharkiv.
Diperkirakan terdapat sekitar 15.000 petempur separatis sokongan Rusia di Donetsk dan Luhansk, yang amat mungkin membantu pergerakan Rusia. Ukraina meyakini jumlahnya lebih tinggi.
Serangan dari selatan
Di selatan, pasukan Rusia memasuki Ukraina dari Krimea menuju Kherson. Selagi bergerak, mereka merebut Chongar dan Novo Alekseyevka.
Semalam ledakan-ledakan terdengar di berbagai kota di kawasan itu, termasuk Odesa, Mariupol, Melitpol, dan Kherson.
Beberapa pejabat Ukraina, yang diukutip kantor berita Reuters, mengatakan pasukan Rusia telah mendarat di Pelabuhan Odesa dan Mariupol.
Baru-baru ini Rusia telah menempatkan kapal-kapal pendarat yang mampu mengangkut tank-tank besar, kendaraan lapis baja, serta prajurit di Laut Hitam dan Laut Azov dekat perairan Ukraina.
Pasukan Ukraina dipusatkan di bagian timur, di jalur menuju Donetsk dan Luhansk.
Ben Barry, dari Institut Internasional untuk Kajian Strategis , mengatakan pergerakan maju tentara Rusia dari Krimea amat mungkin dapat memotong pasukan Ukraina dari Kiev sehingga mereka terjebak di sebelah timur Sungai Dnieper.
Mengingat pasukan Rusia bergerak dari timur, di Donetsk dan Luhansk, serta di bagian barat Sungai Dnieper, pasukan Ukraina akan terkepung.
Grafis oleh Zoe Bartholomew dan Mark Bryslonn.
Berita Terkait
-
TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan
-
Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas
-
Desta Turun Gunung Jadi Host, Rupanya Atas Arahan dari Ahmad Dhani
-
Bidik Sapu Bersih Podium, Seven Speed Motorsport Tancap Gas di Musim 2026
-
Soal Wacana Pemotongan Gaji Para Menteri, Seskab Teddy Buka Suara
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Viral Aksi Nyeleneh Pria Pakai Baju Muslim Minum Oli Mesin di Makassar, MUI Sulsel: Itu Haram!
-
Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg
-
Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran
-
Ledakan Dahsyat Guncang Teheran Saat Rudal Amerika-Israel Hancurkan Permukiman di Provinsi Alborz
-
TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan
-
Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas
-
Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta
-
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun