Presiden Zelenskyy meminta warga tetap berada di rumah, mengatakan negara itu siap menghadapi segala kemungkinan.
Tentara Rusia sudah memasuki kota pelabuhan di selatan Mariupol dan Odesa dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memperingatkan bahwa 'invasi dalam skala besar' sedang terjadi.
Ketika mengumumkan operasi militer, Presiden Rusia Putin memperingatkan negara lain yang berusaha melakukan intervensi atas apa yang dilakukan Rusia akan menghadapi "konsekuensi yang belum pernah dialami sebelumnya."
"Dunia bisa dan harus menghentikan Putin," kata Kuleba di Twitter.
"Waktu untuk bertindak adalah sekarang."
Mengapa Rusia melakukan invasi ke Ukraina?
Presiden Rusia Vladimir Putin berulang kali mengatakan Rusia tidak memiliki niat untuk melakukan invasi ke Ukraina jadi motivasinya sekarang masih belum jelas.
Kemungkinan penyebab lain adalah mencegah Ukraina bergabung dengan NATO, ambisi pribadi untuk menggabungkan lagi negara-negara bekas Uni Soviet, meningkatkan pengaruh Putin di dalam negeri atau memastikan adanya pasokan air bersih ke Semenanjung Crimea.
Alexey Muraviev, an associate professor di Curtin University di Australia mengatakan kepada ABC bahwa Putin ingin menggunakan Ukraina menjadi 'wilayah penyangga yang netral' melawan NATO.
"Ukraina telah menjadi daerah bagi konflik antara Rusia dan Amerika Serikat," katanya.
Baca Juga: Gangguan Internet di Ukraina, Elon Musk Kirim Bantuan Satelit Starlink
Mengapa baru terjadi sekarang?
Pengiriman pasukan Rusia ke perbatasan dengan Ukraina sudah dimulai hampir setahun lalu, di bulan Maret dan April 2021, ketika lebih dari 80.000 tentara dikirim ke kawasan.
Beberapa lainnya dikirim lagi bulan Juni, namun militer Rusia menambah pasukan lebih banyak lagi di akhir tahun dengan perkiraan total tentara Rusia yang dikerahkan sekitar 130.000 orang.
Bulan Desember, Moskow mengeluarkan beberapa permintaan termasuk bahwa Ukraina tidak akan mendapat keanggotaan NATO, dan aliansi ini menarik pasukan dari Eropa Timur, ditambah dengan ancaman adanya respons militer dari Rusia.
Amerika Serikat dan NATO secara resmi menolak permintaan tersebut secara tertulis bulan Januari.
Dalam reaksinya, Putin mengatakan AS dan sekutunya sudah menolak tuntutan keamanan utama yang disampaikan Rusia, namun Moskow tetap terbuka bagi adanya pembicaraan lebih lanjut.
Pembicaraan terjadi dalam berbagai kesempatan, baik secara pribadi maupun lewat video dan telepon antara para pemimpin termasuk Putin, BIden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Presiden Ukraina Zelenskyy.
Pada awalnya Zelenskyy mencoba meremehkan ancaman tersebut.
Kecemasan akan kemungkinan adanya serangan Rusia dalam waktu dekat meningkat setelah Putin mengakui kemerdekaan wilayah separatis hari Senin, mendukung pengiriman pasukan ke daerah yang dikuasai pemberontak dan menerima persetujuan parlemen bagi penggunaan pasukan militer di luar Rusia.
Reaksi dari Barat adalah penerapan sanksi.
Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan Australia akan mengikuti jejak negara-negara Barat lainnya dengan penerapan sanksi, mengumumkan delapan orang dalam jajaran Dewan Keamanan Nasional Rusia yang 'membantu dan mendukung invasi akan menjadi sasaran.
Seberapa besar kekuatan militer Ukraina?
Menurut laporan yang disampaikan ke Kongres AS di Washington, Ukraina memiliki 150.000 tentara.
"Angkatan Darat adalah komponen terbesar dalam militer Ukraina dan termasuk unit pertahanan udara, unit penerbang, persenjataan rudal dan senjata lainnya," kata laporan tersebut.
Ukraina kehilangan 60 persen kekuatan angkatan laut dan angkatan udara ketika Rusia melakukan aneksasi terhadap wilayah Crimea.
"Rusia menembak jatuh berbagai pesawat tempur, helikopter dan kendaraan transportasi selama konflik," kata laporan tersebut.
"Ini sangat melemahkan angkatan udara, yang sebelumnya sudah mengalami masalah kekurangan dana selama bertahun-tahun. Sebagian besar pesawat Ukraina dan sistem pertahanan udara berusia di atas 30 tahun."
Laporan juga mengatakan Ukraina memiliki pasukan penyerang udara yang kecil namun terlatih, tentara cadangan yang berjumlah 130.000 orang dan sekitar 400 ribu veteran yang pernah memiliki pengalaman tempur di kawasan-kawasan konflik sebelumnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, AS dan anggota NATO sudah memberikan bantuan jutaan dolar dalam bentuk peralatan militer kepada Ukraina termasuk rudal anti tank, rudal anti pesawat, senjata kecil dan amunisi, sistem komunikasi radio dan yang lainnya.
Pemerintahan Biden mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus mendukung perlawanan Ukraina bila terjadi invasi.
Apa yang akan terjadi sekarang?
Karena bukan anggota NATO, Ukraina diperkirakan harus mempertahankan diri sendiri dengan pasukan yang mereka miliki.
AS dan NATO sudah dengan jelas mengatakan mereka tidak akan mengirimkan pasukan ke sana.
"Tidak akan ada pengiriman pasukan AS ke wilayah Ukraina," kata Presiden Joe Biden kepada wartawan di bulan Januari.
Ketika ditanya BBC apakah ada kemungkinan pasukan Inggris akan dikirim ke Ukraina, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan: "Kemungkinan itu tidak ada. Kami akan mencoba memastikan pasukan Ukraina mendapat semua bantuan yang bisa kami lakukan."
Namun Biden mengatakan bila Rusia melakukan invasi, AS dan sekutunya akan menerapkan 'sanksi terberat yang pernah mereka lakukan."
Proyek Nord Stream 2 ditunda minggu lalu setelah Moskow secara resmi mengakui pemisahan dua kawasan separatis di Ukraina Timur dan AS menerapkan sanksi terhadap perusahaan yang menjalankan proyek gas alam tersebut.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Biden akan mengumumkan berbagai sanksi tambahan terhadap Rusia hari Jumat.
Militer Ukraina mengatakan mereka tidak akan bisa menandingi kekuatan militer Rusia tanpa dukungan militer kuat dari Barat.
"Tidak ada kekuatan militer yang cukup untuk menghentikan serangan Rusia bila terjadi tanpa dukungan dari pasukan Barat," kata kepala dinas intelijen Ukraina kepada harian AS The New York Times.
Namun mantan Menteri Pertahanan Ukraina Andriy Zagorodnyuk bulan lalu menulis bahwa pasukan Rusia akan menghadapi kekuatan militer Ukraina dengan sekitar 500.000 personel termasuk tentara cadangan.
"Pasukan Rusia akan menghadapi musuh yang memiliki motivasi tinggi yang berada di wilayah yang mereka ketahui," katanya.
"Kombinasi unit militer aktif, dengan veteran yang sudah pernah bertempur, tentara cadangan, unit pertahanan teritorial dan sejumlah besar relawan.
"Ukraina bisa mengerahkan belasan ribu kelompok kecil yang bisa bergerak cepat menyerang pasukan Rusia."
"Ini akan membuat Kremlin mustahil membangun pemerintahan di daerah yang mereka kuasai dan juga memastikan jalur pasokan.
"Kesiapan warga Ukraina untuk mempertahankan negaranya tidak perlu diragukan."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Berita Terkait
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
-
MacBook Neo 2 Siap Gebrak Pasar 2027: Chip A19 Pro dan RAM 12GB Jadi Standar Baru Laptop Terjangkau
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular