Suara.com - Ketua Umum Jaringan Nasional Mileanies Pusat, Muhammad Ramli Rahim memberikan penilaian mengenai wacana penundaan Pemilu 2024.
Menurut Ramli Rahim, wacana tersebut dibuat akibat elektabilitas Anies Baswedan terus meningkat.
Ia mengatakan, tingginya elektabilitas Anies Baswedan membuat parpol memunculkan wacana tersebut.
"Seminggu yang lalu, sebelum wacana penundaan pemilu 2024 mengemuka, saya bertemu seorang legislator dari partai G, beliau mengatakan 'elektabilitas Pak Anies luar biasa Pak Ramli, bahkan ada survei yang hasilnya 45% untuk Pak Anies. Hanya donaturnya melarangnya memublikasikan angka tersebut'," kata Ramli, dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Senin (28/2/2022).
Di samping itu, dalam survei IPO menjelasksan bahwa Anies Baswedan berada di urutan teratas.
Ramli mengaku yakin bahwa pergerakan relawan Anies bisa semakin menaikkan popularitas dan elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Tampaknya, elektabilitas yang makin tinggi inilah yang membuat parpol kehabisan akal dalam upaya bersaing dengan tokoh nonparpol seperti Anies Baswedan," bebernya.
Ramli menyebutkan, usulan penundaan Pemilu merupakan salah satu cara agar tidak berhadapan dengan Anies.
"Tentu saja ini banyak keuntungannya, selain tak berhadapan dengan Anies Baswedan yang tampaknya makin sulit dikalahkan, perpanjangan masa jabatan presiden juga ikut memperpanjang masa jabatan legislator parpol di semua jenjang, memperpanjang masa jabatan menteri bahkan bisa jadi memperpanjang masa jabatan kepala daerah," ungkapnya.
Baca Juga: Pakar Hukum: Penundaan Pemilu adalah Pembangkangan terhadap Konstitusi
Menurut Ramli, hal tersebut akan menguntungkan parpol penguasa.
"Para cukong juga pasti senang dengan wacana itu karena mereka tidak akan berhadapan dengan Anies Baswedan yang jelas menunjukkan keberpihakannya pada rakyat kecil," jelasnya.
Ramli menilai, hal tersebut memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk ikut Pilpres ketiga kalinya.
Tag
Berita Terkait
-
Sikap Menolak Usulan Penundaan Pemilu 2024 Disebut Bakal Menguntungkan PDIP
-
Pakar Hukum: Penundaan Pemilu adalah Pembangkangan terhadap Konstitusi
-
Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Sakit yang Diderita Paman Presiden Jokowi
-
Wacana Pemilu 2024 Ditunda Jadi Upaya Jegal Anies Baswedan Maju Pilpres, Begini Alasannya
-
Tegaskan Taat Konstitusi, Hasto PDIP: Atasi Kelangkaan Minyak Goreng Lebih Baik Ketimbang Berimajinasi Tunda Pemilu
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
Terkini
-
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
-
Bupati Nonaktif Cilacap Gugat Status Tersangka, KPK Siap Hadapi
-
Tsunami Filipina Terjang Sulawesi Utara dan Maluku Utara
-
Penembakan Massal Dekat Markas Inggris, Piala Dunia 2026 Diselimuti Ketakutan
-
13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina
-
Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami karena Gempa Besar Filipina
-
Filipina Diguncang Gempa 7,7 SR Berpotensi Tsunami, Manado Siaga
-
Sore Ini, Said Iqbal Akan Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Klarifikasi Isu Kondisi Ekstrem 'Bediding'
-
Gempa M 8,1 di Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia