Suara.com - Bendungan Grand Ethiopian Renaissance, yang mendorong Etiopia ke dalam perselisihan dengan Mesir dan Sudan, mulai menghasilkan listrik pada Minggu (20/02), menurut pada pejabat.
Pejabat pemerintah Etiopia pada Minggu (20/02) menyebut bendungan pembangkit listrik tenaga air raksasa yang dibangun di anak sungai Nil telah menghasilkan listrik.
Perdana Menteri Abiy Ahmed menyaksikan salah satu dari 13 turbin dari Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) memulai pembangkit listrik.
"Mulai sekarang, tidak akan ada yang menghentikan Etiopia,” kata Abiy.
Pada saat yang sama, insinyur utama mencatat masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
"Kami baru saja mulai menghasilkan listrik, tetapi itu tidak berarti proyek selesai,” kata manajer proyek bendungan, Kifle Horo.
"Ini akan memakan waktu dua setengah hingga tiga tahun untuk menyelesaikannya,” tambah Kifle.
Proyek pembangkit listrik ini menyebabkan gesekan dalam hubungan bilateral Etiopia dengan Mesir yang bergantung pada Nil sepanjang 6.695 kilometer untuk sebagian besar pasokan airnya.
Sungai Nil adalah salah satu sungai terbesar di dunia dan memenuhi kebutuhan masyarakat di sepanjang sungai itu dengan air dan tenaga hidroelektrik.
Baca Juga: Arkeolog Temukan 110 Makam Mesir Kuno di Delta Sungai Nil
Cekungan drainase meliputi sepuluh negara: Burundi, Republik Demokratik Kongo, Mesir, Etiopia, Kenya, Rwanda, Sudan Selatan, Sudan, Tanzania, dan Uganda.
Bagaimana kisah bendungan baru Etiopia?
Pada tahun 2011, proyek pembangunan bendungan atau dam raksasa dimulai di Grand Ethiopian Renaissance, 30 kilometer dari perbatasan Sudan di Blue Nile, salah satu dari dua anak sungai utama Sungai Nil.
Bendungan itu pada akhirnya akan menghasilkan lebih dari 5.000 megawatt listrik, menggandakan output listrik Etiopia, dan akan menjadi salah satu bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di benua Afrika setelah menghasilkan atau mendekati kapasitas dalam satu atau dua tahun ke depan.
Waduk besar untuk bendungan adalah 145 meter dan dapat menampung 74 miliar meter kubik.
Pada Juli 2021, waduk itu cukup penuh untuk bendungan mulai menghasilkan listrik, meskipun tidak ada pengumuman resmi yang dibuat oleh pihak berwenang.
Berita Terkait
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
KAI Andalkan CRM dan Voice of Customer, Penumpang Tembus 503,5 Juta
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
Mengenal Dunia Trading: Pentingnya Memilih Platform yang Tepat untuk Pemula
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123