Suara.com - Setelah menyaksikan rekaman salah satu pertandingan Australian Football League,Siti Nurbaeti, merasa olahraga ini bukan untuknya. Tapi dia penasaran.
"Saya membayangkan olahraga ini terbilang keras, jadi saya merasa agak takut," ujar mahasiswi berusia 19 tahun kepada ABC News.
"Bolanya kok lonjong, tidak bundar. Pasti sulit nangkapnya karena mantulnya tak beraturan," katanya.
Kekhawatiran mahasiswiIAIN Salatiga itu juga dialami puluhan rekannya yang ikut dalam pelatihan AFL yang digelar oleh Ana Surjanto, pelatih perempuan terakreditasi pertama di Indonesia.
Mereka pada umumnya baru mendengar dan mengenal olahraga yang lazim disebut footy itu setelah menonton rekaman pertandingan dan ikut dalam pelatihan yang dikelola Ana di kampus IAIN Salatiga.
Menurut AFL Asia, meskipun footy hanya dimainkan dalam waktu singkat sepanjang 2021, jumlah partisipasi cukup menggembirakan di berbagai negara Asia.
Di Indonesia, bahkan terjadi peningkatan 99% partisipasi termasuk "peningkatan cukup besar dalam partisipasi perempuan di Jakarta dan Bali".
"Hal ini disebabkan perkembangan liga domestik dari Bintangs Australian Rules Football Club di Jakarta dan Geckos Aussie Rules Football Club di Bali," kata AFL Asia dalam sebuah pernyataan.
Ada beberapa klub AFL yang memiliki pertandingan dan kompetisi reguler di Indonesia, tidak hanya di Bali dan Jakarta tetapi juga di Kalimantan dan Batam.
Baca Juga: Kisah Perempuan Muslim di Semarang, Produksi Batik Khusus Jemaat Gereja se-Indonesia
Pelatih perempuan terakreditasi pertama di Indonesia
Sebagai pelatih footy, Ana mendapatkan akreditasinya setelah mengikuti ujian pelatih yang dilaksanakan oleh AFL Indonesia, dengan penguji yang datang dari Australia.
Menurut Iain Shearer dari AFL Indonesia, pelatih AFL memiliki beberapa tingkatan dan semuanya harus mendapatkan sertifikasi dari AFL.
"Semua pelatih di setiap tingkatan, dari yang tertinggi hingga yang kelas dasar, diwajibkan untuk mengikuti sertifikasi pelatih," kata Iain kepada ABC News.
"Ana mengikuti ujian level 1 dan dia merupakan perempuan Indonesia pertama yang telah mendapatkan sertifikasi," jelasnya.
"Saat itu ada sekitar 30 kandidat pelatih dan Ana satu-satunya perempuan Indonesia yang ikut serta," kata Iain.
Sejak tahun 2018, Ana telah melatih ratusan santri dan mahasiswi di Jawa Tengah, mengenalkan mereka dengan dasar-dasar permainan footy.
Berita Terkait
-
Kenapa Pensil Alis Viva Mahal Padahal Produk Viva Lain Murah? Ini Rahasia di Baliknya
-
Sisi Lain Timnas Kongo: Busana Nyentrik Motif Macan Tutul, Simbol Perlawanan
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma
-
Fakta Menarik Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026, Ups Ada Trauma Masa Lalu
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Diperkosa Saat Bekerja di Kebun Sawit, Buruh Tuli Justru Di-PHK dan Pelaku Belum Ditangkap
-
Dijaga LPSK! Andrie Yunus Belum Bisa Muncul ke Publik
-
Sikapi Demo Mahasiswa, Said PDIP Minta Pemerintah Jadi Pendengar yang Baik
-
BEM Bersatu Ternyata Mahasiswa Palsu? Deretan Kampus yang 'Diseret' Konpers Beri Klarifikasi Keras
-
Dituding Jadi Aktor Intelektual Demo Tolak MBG, PDIP Buka Suara: Mahasiswa Nggak Bisa Diperintah!
-
KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Sebelum Kejagung Menetapkan Dadan dkk Tersangka
-
Berantas Terorisme hingga TPPU, PPATK Ajukan Tambahan Anggaran Rp516,4 Miliar ke DPR
-
KontraS: Andrie Yunus Sudah Bisa Mandi dan Makan Sendiri, Kini Jalani Rawat Jalan