Kelas latihan yang diikuti Nurbaeti itu baru digelar kembali oleh Ana pada hari Sabtu (19/02), setelah vakum selama pandemi.
Merasa diterima di MCG
Ana Surjanto sendirimengenal footy ketika kuliah di Monash University pada tahun 2016. Saat itu dia tak ingin menghabiskan waktunya di Australia hanya untuk kuliah saja.
"Saya ingin aktif berolahraga dan mencari tahu olahraga apa yang digemariorang Melbourne," katanya kepada ABC News.
"Akhirnya saya menemukan footy. Saya melihat orang Melbourne begitu suka dengan olahraga ini. Setiap orang punya klub yang diikuti dan didukungnya," tuturnya.
Ana menemukan sebuah klub bernama Krakatoas Football Club yang anggotanya kebanyakanpenggemar footy asal Indonesia.
"Saat pertama kali menyaksikan secara langsung pertandingan footy di stadion MCG, saya sangat takjub karena melihat begitu banyak penonton dari berbagai latar belakang, berbaur menikmati pertandingan olahraga," kata Ana.
"Saya yang pakaihijab seperti ini pun merasa diterima dan tak menjadi masalah hadir di stadion,menyaksikan pertandingan footy," katanya.
Pengalaman Ana ini dibawa pulang ke Salatiga, dan dibagikan kemahasiwa dan santri pesentren.Mereka umumnya punya waktu luang di akhir pekan, namun lebih sibuk dengan gadgetnya.
"Tantangan yang saya hadapi yaitu karena saya sendirian saja melatih lebih dari seratus perempuan," katanya.
Baca Juga: Kisah Perempuan Muslim di Semarang, Produksi Batik Khusus Jemaat Gereja se-Indonesia
"Saya membangun leadership di antara peserta sehingga akhirnya saya terbantu oleh mereka," ujarnya.
"Saya melihat langsung dampak latihan footy di kalangan perempuan di Salatiga, dalam mengembangkan kepercayaan diri dan tim work mereka," kata Ana.
"Saya ingin membuat klinik footy ini lebih strategis lagi, mungkin menggelar webinar dan tutorial footy lewat applikasi atau website," tambahnya.
Bagi peserta latihan seperti Nurbaeti, kelanjutan klinik footy sangat penting.
"Setelah saya mencoba, ternyata cukup mengasyikkan. Saya sudah belajar cara menendang dan mengoper bola," kata Nurbaeti.
Dia mengaku ikut pelatihan footy karena ingin berolahraga, namun juga ingin mengetahui budaya orang Australia.
"Saya penasaran mengapa orang Australia begitu menyukai footy," katanya.
"Semoga suatu saat saya bisa ke Australia dan saya bisa main footy di sana," tutur Siti Nurbaeti.
Simak berita menarik lainnya dari ABC Indonesia.
Berita Terkait
-
Kenapa Pensil Alis Viva Mahal Padahal Produk Viva Lain Murah? Ini Rahasia di Baliknya
-
Sisi Lain Timnas Kongo: Busana Nyentrik Motif Macan Tutul, Simbol Perlawanan
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma
-
Fakta Menarik Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026, Ups Ada Trauma Masa Lalu
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
KPK Minta Tambah Anggaran Rp762 Miliar, Sahroni: Tanggung, Rp5 Triliun Sekalian!
-
Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
-
Prabowo Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Pilih Fokus Selesaikan Urusan Dalam Negeri
-
1,4 Juta Lansia Terancam Tak Dapat Bantuan, Gus Ipul Minta Tambah Anggaran Rp22 T
-
PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi
-
Polisi Disebut Sulit Memahami Korban, Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli di Madina Berlarut-larut
-
Biar Nggak 'Minta-minta' di Jalan, DPR Minta Polri Hidupkan Lagi Dana Patroli
-
Sindir Polisi 'Ngumpet' di Lampu Merah, DPR Usul Dana Patroli Dihidupkan: Biar Nggak Nyetop Lagi!
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma