Suara.com - PBB pada Kamis (3/3) melaporkan satu juta orang telah meninggalkan Ukraina sejak Rusia melancarkan perangnya terhadap negara itu sepekan lalu.
“Hanya dalam tujuh hari, kami telah menyaksikan eksodus satu juta pengungsi dari Ukraina ke negara-negara tetangga,” kata Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Filippo Grandi di Twitter sebagaimana dilansir dari kantor berita Anadolu.
“Bagi jutaan orang lainnya di Ukraina, sudah waktunya berhenti perang sehingga bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa dapat disalurkan,” terang Grandi.
Sementara itu, total pengungsi yang keluar Ukraina sejak pertama diinvasi Rusia mencapai lebih dari 874.000 orang. Mereka melarikan diri ke negara-negara tetangga.
Dari data di situs UNHCR, Polandia telah menerima 453.982 orang dari Ukraina.
Polandia diikuti oleh Hongaria dan Moldova yang masing-masing menerima 116.348 dan 79.315 pengungsi.
Sementara itu, Slovakia dan Rumania masing-masing telah membuka pintu untuk 67.000 dan 44.540 orang, sementara negara-negara Eropa lainnya telah menyambut hampir 70.000 lainnya.
Rusia menerima hampir 5 persen dari orang-orang yang melarikan diri dari Ukraina, dan 42.900 lainnya mengungsi ke Belarus.
“Ketika situasi terus berlanjut, diperkirakan 4 juta orang mungkin meninggalkan Ukraina dalam beberapa minggu dan bulan mendatang. Mengingat keadaan darurat dan kebutuhan kemanusiaan para pengungsi dari Ukraina, tanggapan pengungsi regional antar-lembaga sedang dilakukan, untuk mendukung upaya negara-negara penerima pengungsi,” kata UNHCR.
Baca Juga: Sepekan Invasi Rusia ke Ukraina, Porsche Hentikan Produksi Akibat Gangguan Pasokan Komponen
Sejak perang Rusia di Ukraina dimulai pada 24 Februari, telah disambut oleh kemarahan dari masyarakat internasional, di mana Uni Eropa, Inggris, Kanada, Jepang, dan AS menerapkan berbagai sanksi ekonomi di Moskow.
Setidaknya 142 warga sipil, termasuk 13 anak-anak, tewas dan 408 lainnya, termasuk 26 anak-anak, terluka di Ukraina, menurut laporan PBB.
Berita Terkait
-
Berbeda dengan Negara Lain, China Tidak Ikut Jatuhkan Sanksi Finansial Terhadap Rusia
-
Bakal Dijual Dampak Perang Rusia-Ukraina, Ini Deretan Prestasi Chelsea di Era Roman Abramovich
-
Sebut Konflik Rusia-Ukraina Perang Antar-Negara Adidaya, Anis Matta: Selamat Datang Tatanan Dunia Baru
-
Dianggap Bukan Solusi, China Tak Jatuhkan Sanksi Keuangan Pada Rusia
-
Stasiun Daya Kendaraan Listrik Rusia Diserang Hacker Pendukung Ukraina
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal